tilikbanua.com
Politik

Atasi Karhutla Tanpa Hujan Buatan, Kalsel Bangun Jaringan Air Bawah Tanah di Titik Rawan

BANJARBARU, tilikbanua.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan strategi permanen untuk mengatasi krisis air dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan rawan seperti Pengayuan, Guntung Damar, dan area hutan lindung Liang Anggang Kota Banjarbaru.

Strategi ini berfokus pada penyediaan sumber air bawah tanah dan pembuatan sistem penampungan air secara terintegrasi.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Penanganan Karhutla Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa Gubernur Kalsel menginstruksikan pemetaan sumber air menggunakan metode geolistrik oleh tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dari pemetaan tersebut, ditemukan titik air pada kedalaman 40 meter dengan debit yang tergolong besar.

“Hari ini Pak Gubernur sedang mengerahkan tim ESDM untuk melakukan geolistrik. Geolistrik ada satu sumber dengan kedalaman 40, dengan debit yang cukup besar. Kemudian oleh Pak Gubernur dibikin sistem grid juga,” kata Hanif Faisol Nurofiq.

Pemprov Kalsel kini berfokus pada strategi penanganan di jalur darat melalui pembangunan sistem grid yang menghubungkan sumur bor dan kolam penampungan (biofloc) yangmembentuk sistem grid terintegrasi.

Fasilitas ini disiapkan agar pasokan air di titik-titik rawan seperti Pengayuan, Guntung Damar, dan kawasan hutan lindung tetap terjaga secara konstan saat pemadaman darat.

“Kalau dulu-dulu kita mengharapkan operasi modifikasi cuaca, hari ini kita ditantang. Kita tidak lagi menggantungkan diri kepada OMC, karena memang awan tidak ada, kita melakukan perang darat,” ujar Hanif.

Ia menegaskan skema ini dirancang sebagai solusi permanen berbiaya efisien. Maka saat ini katanya, penanganan karhutla saat ini tidak lagi bergantung pada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) lantaran keterbatasan awan potensial.

“Sehingga dengan demikian, bila kebakaran ini terjadi, ada sumur bor, ada biofloc nah ini pengayuan, sudah lah, paripurna kita selesaikan,” tambahnya.

Di sisi lain, Gubernur Kalsel Muhidin menyampaikan bahwa pembuatan kolam bioflok difokuskan di area rawan krisis air.

“Rencana pembuatan kolam biofloc ini ditempatkan beberapa titik di daerah sini sementara Awang Perawan-Pengayuan, 6 titik kalau tidak salah tadi dipakai dulu. Jadi kalau ada kebakaran kembali, ini tentu airnya sudah bisa disiapkan, karena di Pengayuan ini kekurangan air,” tutur Muhidin.

Gubernur Muhidin juga mengimbau warga agar aktif melaporkan kemunculan api besar kepada relawan, BPBD, atau kepolisian setempat.

“Masyarakat sekali lagi sangat menolong kalau ada api yang besar itu memberikan tahu kepada relawan, BPBD, kepolisian, dan lainnya untuk melaporkan supaya ini water bombing bisa bergerak. Soalnya water bombing itu lebih cepat daripada kita manusia untuk mengejar daripada titik api yang ada,” tutup Muhidin. (Caca/Razie)

Related posts

Media Lokal di Era Digital: Antara Tantangan dan Peluang

admin

Banjarmasin Diselimuti Kabut Asap Kiriman Daerah Tetangga, BPBD Pastikan Nihil Hotspot

razie albanjari

Atasi Karhutla 900 Hektare, Kapolda Kalsel Inisiasi Suplai Air Estafet Pakai Bioflok

razie albanjari

Leave a Comment