BANJARMASIN, Tilikbanua.com – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah diduga tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Jawa saat melakukan pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, Mnggu dini hari (13/9/2026).
Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh masyarakat Banua, Gubernur H. Muhidin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta memberikan dukungan penuh kepada seluruh keluarga penumpang dan awak kapal yang terdampak musibah tersebut.
“Pertama-tama saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” ujar H. Muhidin dalam pernyataannya, Minggu (13/9/2026).
Muhidin juga mendoakan seluruh penumpang dan awak kapal yang hingga kini masih dalam proses pencarian agar segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Menurutnya, fokus utama seluruh pihak saat ini adalah melakukan pencarian, pertolongan, dan penyelamatan terhadap para korban.
Muhidin menegaskan telah meminta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memberikan dukungan penuh terhadap operasi pencarian dan penyelamatan yang dipimpin oleh Basarnas bersama seluruh unsur terkait.
Operasi tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, KSOP, pemerintah daerah, serta unsur-unsur lain yang terlibat dalam penanganan musibah.
“Saat ini, prioritas kita adalah pencarian, pertolongan, dan penyelamatan seluruh korban. Saya telah meminta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memberikan dukungan penuh kepada operasi SAR bersama seluruh unsur yang terlibat,” pintanya.
Selain mendukung operasi SAR, Muhidin juga meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan, khususnya rumah sakit rujukan di Banjarmasin dan wilayah sekitarnya, meningkatkan kesiapsiagaan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para korban yang berhasil dievakuasi dapat segera mendapatkan pelayanan medis dan penanganan kedaruratan.
Gubernur juga meminta agar tenaga medis, Instalasi Gawat Darurat (IGD), tempat tidur, ambulans, obat-obatan, kebutuhan darah, serta sistem rujukan dipastikan dalam kondisi siap.
Muhidin menekankan bahwa dalam situasi darurat, tidak boleh ada korban yang terlambat mendapatkan pertolongan hanya karena persoalan administratif.
“Jangan sampai ada korban yang terlambat mendapatkan pertolongan karena persoalan administratif. Dalam keadaan darurat, keselamatan manusia adalah yang utama,” katanya. (Biro Adpim Kalsel/Razie)


