tilikbanua.com
Berita Utama

Cari Kepastian untuk Keluarga, Tim DVI Kalsel Hadapi Tantangan Identifikasi 22 Jenazah KM Virgo Transport 8

BANJARMASIN, tilikbanua.com — Memasuki hari ke-13 pada Jumat (25/9/2026), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memacu proses identifikasi jenazah korban musibah KM Virgo Transport 8 di RS Bhayangkara Banjarmasin.

​Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F., DFM., menyampaikan bahwa tim medis bekerja maksimal melakukan pencocokan data meski dihadapkan pada kendala teknis.
​
“Dari tim DVI, 22 jenazah yang belum teridentifikasi, kami ambil sampel DNA semua dan memang kami masih terus berusaha mencari semaksimal mungkin, mungkin dari identifikasi primer gigi bisa dicocokkan dengan antemortem dari keluarga dan juga properti atau ciri medis lain,” kata Brigjen Pol Sumy Hastry dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Banjarmasin, Kamis (24/9/2026) malam.
​
Pemeriksaan marathon ini diharapkan bisa segera membuahkan hasil dalam waktu dekat.

​”Sehingga kita usahakan mungkin bisa ada yang teridentifikasi, tapi tetap dari 22 tersebut kita ambil sampel DNA semua. 22 totalnya,” terangnya.

​Proses identifikasi memerlukan ketelitian ekstra, terutama dalam pembandingan sampel genetika.

Ketepatan hasil sangat bergantung pada sampel biologis serta dokumen pendukung dari keluarga inti.
​
“Proses analisis DNA membutuhkan sampel biologis dari jalur keluarga terdekat dan pembandingan DNA paling cepat dan akurat diperoleh dari orang tua kandung, saudara kandung, atau anak kandung korban,” tuturnya.
​
Faktor kecepatan pengumpulan data antemortem dari pihak keluarga juga menjadi penentu durasi analisis laboratorium.

​”Estimasi waktunya karena kan memang harus dibandingkan data DNA dari antemortem, yaitu yang didapat dari keluarga korban, bisa dari orang tua kandung, saudara kandung, atau anaknya. Itu paling cepat biasanya kalau memang sudah lengkap,” tambah Karo Dokpol.

​Pada kesempatan yang sama, DVI Commander sekaligus Kabiddokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr. Much Soewan, Sp.OT (K) Spine., MARS., mengapresiasi proaktifnya pihak keluarga korban dalam menyuplai data.

​”Jadi total itu sudah 91 orang dari antemortemnya,” beber pihak DVI.
​
Tim DVI Polda Kalsel dan Pusdokkes Polri kembali mengimbau kerabat dekat korban untuk terus berkoordinasi serta melengkapi rekam medis maupun sampel DNA primer demi mempercepat kepastian identitas seluruh korban. (Rian/Razie)

Related posts

Diserbu Pembeli dan Relawan Karhutla, Toko Alkes di Banjarbaru Jamin Stok Masker Aman dan Harga Normal

razie albanjari

PAM Bandarmasih Tetap Pasok Air, Lapas Kelas IIA Banjarmasin Amankan Kebutuhan 1.877 Warga Binaan

razie albanjari

Petani Banjar Diminta Ikuti Sekolah Iklim, Antisipasi Kekeringan dan Karlabun

razie albanjari

Leave a Comment