BANJARBARU, tilikbanua.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kota Banjarbaru pada Selasa (13/10/2026).
Salah satu titik peristiwa karhutla ini mendekati kawasan fasilitas pendidikan setelah titik api muncul persis di belakang SMK Negeri 4 Banjarbaru, Jalan Padat Karya, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.
Anggota BPK Landsel yang juga tenaga kependidikan SMK Negeri 4 Banjarbaru, Ahdianoor, mengungkapkan bahwa proses pemadaman di lokasi menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait akses jalan yang sulit dijangkau karena posisinya berada di belakang area kantin sekolah.
“Kendalanya mungkin aksesnya yang sulit karena di belakang kantin posisinya. Untuk mencapai ke lokasi harus 2-3 roll selang pemadaman,” terang Ahdianoor.
Ia menceritakan, kemunculan api terpantau sejak menjelang siang. Awalnya api muncul dalam beberapa titik kecil, namun langsung membesar dan meluas akibat kencangnya hembusan angin hingga sempat menyebar dan menyeberang melewati pagar sekolah di bagian belakang dekat kantin.
“Nyalanya dari sekitar jam 10 kurang 15. Tadi itu apinya itu ada beberapa titik cuman kecil, dikarenakan faktor anginnya jadi langsung menyebar dan melebar,” jelasnya.
Berkat kerja sama yang solid di lapangan, proses pemadaman dilakukan secara bahu-membahu oleh berbagai unsur.
“Ini masih berjibaku memadamkan nih dari rekanan relawan gabungan dan TNI-Polri juga,” imbuhnya.
Berkat kesigapan tersebut, api akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya oleh petugas pada pukul 12.25 Wita.
Kepala SMK Negeri 4 Banjarbaru, Finna Rahmiati, membenarkan insiden karhutla yang mendekati lingkungan sekolahnya tersebut.
Menurutnya, peristiwa kebakaran lahan yang sampai melewati batas area sekolah ini merupakan kejadian yang baru pertama kalinya terjadi.
“Ya betul, terjadi kebakaran. Baru kali ini terjadi kebakaran persis di belakang sekolah kita,” ujar Finna.
Kendati api sempat melompat melewati pagar dekat kantin, Finna bersyukur bahwa sebagian besar proyek pembangunan pagar pengaman sekolah baru saja rampung dikerjakan. Keberadaan pagar baru tersebut dinilai cukup membantu dalam meredam dampak yang lebih luas ke area sekolah.
“Untungnya memang pagar itu baru selesai sehingga agak mengurangi dampaknya,” tambahnya.
Meski pagar pengaman telah berdiri, kepanikan sempat melanda para siswa. Situasi kian menegangkan karena selain api sempat merangsek melewati pagar dekat kantin, terdapat pula beberapa bagian di sisi belakang sebelah barat sekolah yang masih belum berpagar.
Menghadapi situasi darurat tersebut, pihak sekolah langsung bergerak cepat mengandalkan sumber daya internal yang disiagakan khusus untuk penanganan darurat.
“Kami segera meminta bantuan, kebetulan kami ada tenaga pendidikan di sini yang memang bertugas sebagai pemadam dan memang standby sih untuk pemadam kebakaran,” jelas Finna.
Terkait kelanjutan proses belajar mengajar, pihak sekolah untuk sementara masih memberlakukan aktivitas secara normal. Namun, pihak sekolah tetap memantau situasi secara berkala demi keselamatan siswa.
“Sementara kami normalkan dulu belajar, tapi kalau misalnya nanti situasi tidak mendukung, mungkin kami akan kembalikan anak-anak ke orang tua, pulang ke rumah,” tegasnya.
Finna juga menambahkan bahwa sekolahnya tidak pernah mengambil kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kepulan asap langsung, karena lokasi sekolah tergolong tidak terdampak asap. Kendati demikian, sekolah tetap memberikan kebijakan khusus bagi siswa apabila akses jalan menuju sekolah terdampak karhutla. (Caca/Razie)


