tilikbanua.com
Berita Utama

Api Karhutla Lompat Pagar Sekolah, Aksi Sigap Guru Padamkan Titik Api di SMKN 4 Banjarbaru

BANJARBARU, tilikbanua.com- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru kembali mendekati zona merah fasilitas publik.

Pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 09.55 Wita, kobaran api secara mendadak merangsek hingga ke halaman belakang SMK Negeri 4 Banjarbaru, Jalan Padat Karya, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.

Insiden ini sempat menciptakan situasi kritis lantaran api membesar dan melompati pagar pembatas di area belakang dekat kantin sekolah, bahkan menjangkau batas luar ruang kelas di tengah berlangsungnya kegiatan belajar mengajar (KBM).

Tenaga kependidikan SMKN 4 Banjarbaru sekaligus anggota BPK Landsel, Ahmad Mujakir, mengungkapkan bahwa jarak api dengan bangunan sekolah sudah sangat dekat.

“Kebakaran sendiri hampir memasuki wilayah dalam sekolah. Untungnya ada pagar pembatas yang masih bisa menghalau api masuk ke dalam sekolah,” ujar Ahmad Mujakir di lokasi kejadian, Selasa (13/10/2026).

Ia membenarkan bahwa titik api sempat masuk ke bagian belakang area kelas. Meski kemunculan asap pekat dan kobaran api sempat memicu kepanikan di kalangan siswa, pihak sekolah memastikan proses KBM tetap berjalan kondusif di bawah pengawasan guru.

“Tadi siswa sempat panik, tapi untuk belajar mengajar masih jalan. Asap sedikit berpengaruh karena mereka melihat api jadi agak heboh,” tambahnya.

Upaya penanggulangan karhutla ini melibatkan gerak cepat relawan gabungan bersama personel internal sekolah.

Berdasarkan informasi di lapangan, tercatat ada tiga titik api yang membakar kawasan sekitar secara simultan.

Kobaran api terpantau mulai membubung di area belakang sekolah pada pukul 09.55 Wita sebelum akhirnya berhasil dijinakkan oleh tim pemadam gabungan pada pukul 11.00 Wita.

Namun, tidak berselang lama, api kembali berkobar pada pukul 11.42 Wita akibat hembusan angin dan kondisi lahan yang kering.

Kendala utama dalam proses pemadaman di lokasi tersebut adalah ketersediaan sumber air yang kian sulit didapatkan selama musim kemarau.

Bagi warga sekolah di kawasan Liang Anggang, fenomena karhutla merupakan siklus tahunan yang rutin terjadi setiap musim kemarau panjang. Kendati demikian, insiden kali ini mencatatkan eskalasi ancaman yang belum pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Memang setiap tahun kalau kemarau panjang pasti terjadi seperti ini. Tapi, kalau masuk ke dalam area sekolah, baru tahun ini terjadi,” tegasnya.

Beruntung, mitigasi darurat di sekolah ini terbantu oleh keberadaan tiga orang pegawai dan guru yang juga aktif sebagai personel pemadam kebakaran.

Sinergi antara tenaga internal sekolah dan relawan pemadam tersebut berhasil mencegah perluasan kebakaran sebelum menimbulkan dampak yang lebih parah pada fasilitas pendidikan. (Caca/Razie)

Related posts

Protes Listrik Padam di Kalselteng, Aliansi Masyarakat Kalsel Bersatu “Sumbang” Batubara ke PLN

razie albanjari

Puncak Karhutla, BPBD Banjarbaru Sebar Posko Pantau dan Mobilisasi Relawan

razie albanjari

Diburu Peserta Lelang, Aset Tak Produktif Pemprov Kalsel Berkontribusi Rp434,8 Juta untuk PAD

razie albanjari

Leave a Comment