tilikbanua.com
Kesehatan

Kasus ISPA di Banjarbaru Tembus 250 Pasien per Bulan, Anak-anak dan Lansia Paling Rentan

BANJARBARU, tilikbanua.com – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga diare di Kota Banjarbaru mengalami peningkatkan signifikan selama musim kemarau.

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta minimnya ketersediaan air bersih menjadi faktor utama melonjaknya angka penyakit ini.

Kombinasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan krisis air bersih memicu lonjakan penyakit ISPA dan diare di Banjarbaru.

Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling banyak terserang penyakit akibat menurunnya kualitas udara serta sulitnya menerapkan pola hidup bersih.

Kepala Puskesmas Landasan Ulin Timur, dr. Syarifah Aulia, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus ISPA terjadi secara konsisten dari bulan ke bulan sejak maraknya karhutla.

“Dari bulan Mei ke Juni, lalu Juni ke Juli dan Agustus ini kenaikannya sekitar 20% sampai 25% per bulan. Pada kondisi normal di musim kemarau tanpa asap, angka kasus biasanya berkisar di 116 pasien per bulan, namun saat ini melonjak hingga 250 pasien per bulan,” ujar dr. Syarifah Aulia, Selasa (25/8/2026).

Ia menambahkan, paparan kabut asap memicu keluhan dominan berupa batuk dan pilek. Selain ISPA, kasus diare juga mulai marak akibat menurunnya penerapannya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat akibat krisis air.

Keterbatasan sumber air bersih membuat kebiasaan penting seperti Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) semakin jarang dilakukan.

“Karena abut asap ini memang berdampak sekali, maka semakin banyak dengan keluhan ISPA dan diare. Jadi kemungkinan untuk PHBS ya, perilaku hidup bersih dan sehatnya masyarakat ini juga kurang,” imbuhnya.

Kondisi ini turut dibenarkan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Ani Rusmila. Pihaknya mencatat tren kenaikan kasus yang terus merangkak naik dari minggu ke minggu berdasarkan pantauan data harian.

“Empat minggu terakhir kasusnya melonjak dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Peningkatan ini kami pantau dan rilis secara berkala setiap minggu,” terang dr. Ani Rusmila terpisah.

Dinas Kesehatan mencatat wilayah Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang menjadi daerah yang paling terdampak peningkatan kasus ISPA. Hal ini berbanding lurus dengan banyaknya titik lahan terbakar yang meluas di kedua wilayah tersebut. (Caca/Razie)

Related posts

Hadapi Ancaman Karhutla, Pemprov Kalsel Siagakan Posko 24 Jam dan Safe House untuk Kelompok Rentan

razie albanjari

Kasus Ispa di Banjarbaru Turun di Tengah Kabut Asap Karhutla

razie albanjari

Sudah Diresmikan, RS Bhayangkara di Banjarbaru Segera Beroperasi

razie albanjari

Leave a Comment