tilikbanua.com
Kabupaten/Kota

​Kabut Asap Tebal Selimuti Banjarmasin, Alat AQMS Masih Tak Berfungsi Maksimal Meski Diperbaiki Pusat

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Warga Kota Banjarmasin hari ini kembali dihadapkan pada situasi udara yang memprihatinkan.

Pada Sabtu (12/09/2026), langit kota terpantau diselimuti kabut asap tebal, mengindikasikan penurunan kualitas udara yang signifikan akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah sekitarnya.

Ironisnya, di tengah kondisi darurat ini, satu-satunya alat pemantau kualitas udara, Air Quality Monitoring System (AQMS), milik pemerintah yang terpasang di Halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) masih belum bisa difungsikan secara maksimal.

​Padahal, alat tersebut dikabarkan baru saja selesai diperbaiki oleh teknisi dari pemerintah pusat. Kegagalan fungsi optimal alat ini membuat warga dan pemerintah daerah kehilangan sumber data real-time yang krusial untuk mengukur tingkat bahaya polusi dan mengambil tindakan antisipatif.
​
Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Dwi Naniek Muhariyani, mengonfirmasi kendala tersebut. Menurutnya, meskipun teknisi dari pusat telah datang dan melakukan perbaikan, kendala teknis masih kerap terjadi.

​”Alat itu beberapa hari setelah diperbaiki baik, tapi ini masih ada kendala dan datanya masih ditutup sama KLH (Kementerian Lingkungan Hidup),” ujar Naniek dihubungi Sabtu (12/09/2026).

​Ia menjelaskan bahwa kendala teknis tersebut membuat status data pada alat tersebut dalam keadaan ‘stabil’ dalam artian belum sinkron sepenuhnya.
​
Saat ditanya mengenai maksud dari karakter ‘stabil’ tersebut, Dwi Naniek enggan menjelaskan detail teknisnya karena kewenangan alat tersebut sepenuhnya berada di pusat.
​
“Nah itu teknisnya dari pusat. Itu alat itu bukan punya kita. Alat itu punyanya pemerintah pusat. Nah kami juga gak berani ngotak-ngatik karena itu punya pemerintah pusat,” tegasnya.
​
Ia membenarkan bahwa perbaikan memang telah dilakukan, namun prosesnya sepenuhnya dikelola oleh pihak Kementerian.

“Tapi kemarin memang teknisnya sudah datang, iya, bukan dari kita. Punyanya vendor-nya pusat semuanya, dari KLH,” tambahnya.

​Naniek juga menjelaskan pentingnya alat AQMS ini bagi pemantauan udara di Banjarmasin. Alat tersebut seharusnya mendata kualitas udara secara real-time.

​”Alatnya itu mendata data udara kita real time. Jadi kalau udara buruk, bisa dilakukan tindakan segera,” jelasnya.
​
Namun, karena ketidakpastian fungsi alat tersebut, saat ini DLH Kota Banjarmasin masih mengalami kesulitan untuk mengonfirmasi kualitas udara saat ini.

​Naniek mengakui bahwa mereka kesulitan melihat data real-time kualitas udara secara langsung di monitor karena ketidakstabilan tersebut.

​”Ya kita memang dari alat itu nanti bisa cek di monitor, tapi sementara ini kan, ini berapa hari ya, dua hari ini pada stabil (belum sinkron). Datanya dia nggak bisa melihatkan dulu,” katanya.
​
Meskipun demikian, ada sedikit kemajuan dimana data per-30 jam sudah mulai bisa diakses.

“Tapi tadi kita lihat data real time-nya per 30 jam sudah dikasihnya datanya,” ujarnya.

​Kendati perbaikan telah dilakukan, penggunaannya masih belum maksimal, terutama untuk menentukan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) harian.

“Belum, karena kalau untuk data ISPU-nya kan itu kan 1×24 jam, baru bisa ditentukan apakah misalnya keadaannya baikkah, parahkah, sedangkah, kayak gitu lah,” jelas Naniek.

Saat ditanya mengenai rencana DLH Kota Banjarmasin untuk melakukan pengecekan langsung agar alat berfungsi maksimal, Naniek menegaskan keterbatasan wewenang mereka.

​”Jadi kami cuma berhak melaporkan aja, kalau ada misalnya kerusakan, kendala, atau datanya tidak stabil, kami laporkan ke Kementerian,” katanya.

“Selanjutnya semuanya kami tidak berkata itu barangnya Kementerian. Nanti memang ada vendor-nya sendiri yang ngurusin AQMS,” pungkasnya.
​
Kondisi kabut asap yang semakin tebal hari ini, yang diperparah dengan tidak berfungsinya alat pemantau kualitas udara secara maksimal, menimbulkan kekhawatiran yang mendalam di kalangan masyarakat Banjarmasin terkait dampak kesehatan yang mungkin timbul.

Warga berharap pemerintah pusat dapat segera mengatasi masalah ini agar data kualitas udara yang akurat dapat segera diakses. (Rian/Razie)

Related posts

Sambut Hari Anak Nasional ke-42, Pemko Banjarmasin Terbitkan Surat Edaran Khusus

razie albanjari

Guru Honorer di Banjarmasin Meninggal Ditengah Kabut Asap, Dinsos Jamin Pendidikan Anaknya

razie albanjari

Puncak Hari Anak Nasional Ke-42: Pemko Banjarmasin Perkuat Pemenuhan Hak Anak dan Pendidikan Karakter

razie albanjari

Leave a Comment