tilikbanua.com
Berita Utama

Masa Studi Taruna Akpol Dirancang Pangkas Jadi 3 Tahun, Lulusan Digenjot Lebih Cepat Turun Lapangan

BANJARBARU, tilikbanua.com – Akademi Kepolisian (Akpol) bersiap melakukan perombakan besar pada sistem pendidikannya.

Durasi masa studi Taruna Akpol yang selama ini ditempuh dalam waktu empat tahun rencananya akan dipangkas menjadi tiga tahun guna melahirkan perwira yang lebih cepat beradaptasi dengan dinamika tugas kepolisian di lapangan.

Rencana efisiensi durasi pendidikan tersebut terungkap saat Tim Penelitian Akpol menyambangi Polres Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (16/9/2026).

Kunjungan ini bertujuan melakukan evaluasi kurikulum terhadap lulusan Akpol angkatan 2023 hingga 2025.

Direktur Pembinaan Taruna dan Latihan (Dirbintarlat) Akpol, Kombes Pol Muhammad Syarif Harjosaputra, membenarkan bahwa skema baru ini akan berdampak langsung pada proses pembelajaran para taruna di kesatrian.

“Yang jelas pasti akan berpengaruh kepada peserta didik. Untuk yang tingkat tiga sekarang ini nantinya akan dibuat kurikulum yang baru cuma tiga tahun, artinya setelah tiga tahun dia lulus langsung melaksanakan dinas di wilayah,” terang Kombes Pol M. Syarif.

Menurut Syarif, pembaruan kurikulum dan pemangkasan masa studi ini dirumuskan berdasarkan evaluasi berkala serta masukan langsung dari para kepala satuan wilayah (Kasatwil) yang memahami kebutuhan nyata di lapangan.

Sebagai perguruan tinggi terapan, Akpol mengalokasikan porsi pembelajaran sebesar 70 persen untuk keterampilan profesi dan 30 persen teori.

Penyesuaian kurikulum baru ini dirancang agar porsi keterampilan praktis tersebut berorientasi pada tantangan perwira lini pertama (first-line supervisor).

Ketua Tim Penelitian Akpol, Irjen Pol Sofyan, menjelaskan bahwa penyesuaian durasi studi tidak akan mengurangi kualitas akademik maupun gelar yang didapat perwira lulusannya.

Melalui sinkronisasi pola kurikulum bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), para lulusan tetap memegang gelar Sarjana Terapan Ilmu Kepolisian. Lulusan juga memiliki akses penuh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2), baik di STIK maupun perguruan tinggi luar negeri melalui beasiswa LPDP

Langkah Akpol menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan lapangan mendapat respon positif dari satuan bawah.

Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda, menilai perombakan struktur pendidikan ini sangat krusial bagi regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri.

“Kami mendukung kegiatan ini karena memang penting sekali untuk regenerasi kepemimpinan khususnya di kepolisian ke depannya,” kata AKBP Pius.

Di Polres Banjarbaru sendiri, terdapat empat perwira muda lulusan Akpol angkatan 2023, 2024, dan 2025 yang turut menjadi objek evaluasi dalam riset kurikulum berbasis kompetensi tersebut.

Riset yang melibatkan akademisi dari Universitas Negeri Semarang ini dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (17/9/2026) sebelum diserahkan sebagai laporan evaluasi kepada Kapolda. (Caca/Razie)

Related posts

Kualitas Udara Batola Masuk Kategori Berbahaya, Warga Keluhkan Sesak Napas hingga Mata Perih

razie albanjari

Ancaman Karhutla Masih Mengintai, Menhut Raja Juli Ingatkan Sanksi Tegas Perusahaan hingga Edukasi Warga

razie albanjari

Kirim 1 Ton Surfaktan Untuk Penanganan Karhutla di Kalteng, Polda Kalsel Ungkap Kendala Produksi Masal

razie albanjari

Leave a Comment