tilikbanua.com
Politik

Hari Ke-12 Operasi SAR, Protokol Karantina Ketat BKK Kawal Evakuasi Jenazah Korban KM Virgo

BANJARBARU, tilikbanua.com – Balai Karantina Kesehatan (BKK) memperketat prosedur sanitasi dan dekontaminasi dalam proses evakuasi korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8.

Langkah preventif wajib ini diberlakukan guna melindungi seluruh personel penyelamat serta masyarakat sekitar dari risiko ancaman bahaya biologis.

Koordinator Wilayah Kerja Bandara Syamsudin Noor BKK Kelas 1 Banjarmasin, dr. Hendy Nugraha, menegaskan pentingnya pengetatan prosedur kesehatan seiring bertambahnya durasi penanganan operasional SAR.

“Kami memperketat prosedur untuk memastikan tidak ada penyebaran penyakit yang berasal dari jenazah. Fokus BKK adalah dekontaminasi armada angkut agar tidak menularkan apa pun kepada petugas maupun pihak lain,” tegas dr. Hendy.

Pengetatan protokol kesehatan tersebut mengiringi keberhasilan tim SAR gabungan menyevakuasi tujuh jenazah korban menuju Lanud Sjamsudin Noor pada Rabu (23/9/2026).

Memasuki hari ke-12 operasi penanganan darurat, evakuasi memaksimalkan jalur udara menggunakan helikopter Basarnas dengan kode panggil HR-3604.

Operasi udara yang sangat bergantung pada kestabilan cuaca dan kondisi gelombang laut tersebut dilaksanakan dalam dua tahap penerbangan.

Pada sorti pertama, helikopter mendarat pukul 10.45 WITA dengan membawa empat jenazah, diikuti sorti kedua pada pukul 14.08 WITA yang mengangkut tiga jenazah tambahan.

Sanitarian Balai Karantina Kesehatan, Rizal Ariadi, menjelaskan bahwa dekontaminasi armada dilakukan secara bertahap setelah melalui pembersihan awal.

“Upaya evakuasi ini terkait disinfeksi alat angkut itu sendiri. Setelah dibersihkan dari segala macam bahan menggunakan sabun, disinfeksi dilakukan untuk membunuh bakteri yang mungkin masih menempel dari jenazah,” ujar Rizal.

Rizal menambahkan bahwa cairan disinfektan yang digunakan berbasis klorin dengan durasi pemaparan efektif antara 10 hingga 30 menit.

Senyawa kimia tersebut diformulasikan khusus untuk armada angkut dan tidak diperuntukkan bagi manusia.

Sementara itu, untuk sterilisasi personel, BKK berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan Basarnas menyediakan bilik disinfektan khusus bagi petugas yang terlibat langsung dalam proses evakuasi.

Hingga saat ini, proses pencarian dan penyisiran korban di perairan Laut Jawa masih terus berlangsung secara intensif. Jajaran Satgas Udara Basarnas bersama tim BKK Kementerian Kesehatan tetap siaga penuh di pangkalan udara untuk menyambut penerbangan sorti berikutnya. (Caca/Razie)

Related posts

Kejar Target Akses Warga, Denzipur 8/GM Lembur Rampungkan Jembatan Mantuil

razie albanjari

Perkuat Mesin Partai Hingga Tingkat RT, Golkar Banjarmasin Targetkan 12 Kursi dan Kemenangan Pilkada

razie albanjari

Bansos Dihentikan Karena Judi Online, Dinsos Banjarmasin Dampingi Warga Simpang Gusti Tempuh Jalur Pengampunan

razie albanjari

Leave a Comment