tilikbanua.com
Kabupaten/Kota

Dampak Kekeringan di Kuranji Paksa Warga Beli Tangki hingga Berburu Air Bekas Galian

BANJARBARU, tilikbanua.com – Kering kerontangnya sumur gali dalam dua bulan terakhir memaksa warga Jalan Kuranji, RT 032 RW 005 Kelurahan Guntung Manggis, Kota Banjarbaru memutar otak demi setetes air bersih.

Ketua RT setempat, Kursusianto, membeberkan bahwa krisis air yang melanda wilayahnya kini sudah memasuki tahap krusial.

Krisis air bersih di lingkungannya kian memuncak dalam dua bulan belakangan. Sumber air utama warga yang mengandalkan sumur gali biasa mendadak kering kerontang tak tersisa.

“Masyarakat kami di Jalan Kuranji RT 032 ini mengalami kekeringan kurang lebih tiga bulan. Yang paling parah, kondisinya benar-benar kering itu sejak dua bulan dan satu bulan terakhir ini,” beber Kursusianto saat diwawancarai, Selasa (29/9/2026).

Demi memenuhi kebutuhan harian, warga terpaksa mengandalkan berbagai cara alternatif. Sebagian warga memanfaatkan sumur tua bersama yang berada di kawasan belakang pemukiman, sementara warga lainnya rela berburu air hingga ke bekas galian pembuatan batu bata.

“Nyari air ke mana-mana. Ada yang mengambil di bawah sana, bekas galian orang bikin bata dulu. Di situ bisa dibagi sementara, tapi cuma bisa ambil sedikit, tidak bisa banyak-banyak. Ada juga sumur tua bersama, tapi kalau semua warga mengambil ke sana, debitnya tidak mampu,” jelasnya.

Tak sedikit pula warga yang terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air dari jasa armada tangki swasta demi bertahan hidup di tengah kemarau panjang.

“Sebagian memilih membeli. Satu tangki kapasitas 1.200 liter harganya sekitar Rp100 ribu sampai Rp120 ribu,” tambah Kursusianto.

Mengenai akses pasokan air perpipaan, ia menyebut beberapa warga sebenarnya sudah memanfaatkan fasilitas bantuan jaringan pipa gratis dari PTAM (PDAM) pada masa sebelumnya.

Namun, durasi kemarau yang terbilang panjang dan di luar perkiraan membuat tumpuan air warga tetap kedodoran.

Kehadiran armada tangki air bersih dari pemerintah daerah serta jajaran TNI-Polri membawa angin segar bagi warga Kuranji. Kursusianto berharap aksi tanggap darurat ini tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, melainkan terus berlanjut hingga kondisi iklim kembali normal.

“Harapan kami mudah-mudahan bantuan air bersih ini bisa berkelanjutan, dan semoga hujan bisa segera turun,” harapnya.

Related posts

Guru Honorer di Banjarmasin Meninggal Ditengah Kabut Asap, Dinsos Jamin Pendidikan Anaknya

razie albanjari

Respon Aduan Warga Soal Peternakan Babi, Lisa Halaby Tuntut Solusi Adil Bagi Peternak dan Masyarakat

razie albanjari

3.710 Penerima Bansos di Banjarmasin Terindikasi Judol, Dinsos Tegaskan Bantuan Bisa Terputus

razie albanjari

Leave a Comment