tilikbanua.com
Berita Utama

Aktivis Virdian Aurellio Hadiri Aksi Mahasiswa Kalsel: Anak Muda Tidak Boleh Diam Atas Kerusakan Alam

BANJARBARU, tilikbanua.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kalimantan Selatan menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kompleks Perkantoran Sekretariat Daerah Provinsi (Setda Prov) Kalsel, Kota Banjarbaru, Rabu (30/6/2026) sore.

Massa yang mengenakan pakaian hitam dipadu jaket almamater tersebut memadati kawasan perkantoran sejak pukul 15.30 WITA.

Sambil mengibarkan bendera, poster, dan spanduk tuntutan, sekitar 50 lebih mahasiswa bertahan hingga malam hari pukul 18.30 WITA untuk menyampaikan poin-poin aspirasi mereka.

Dalam orasinya, massa aksi menyoroti tajam sejumlah isu mendesak di Kalimantan Selatan, mulai dari persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM), gangguan kelistrikan, ketersediaan air bersih, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam.

“Kami hendak bertemu Gubernur Kalsel berdiskusi langsung,” tegas salah satu perwakilan massa aksi di tengah pengawalan ketat aparat kepolisian.

Kehadiran massa aksi disambut oleh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Dinas Kehutanan, serta perwakilan PLN UID Kalselteng.

Namun, Gubernur Kalsel Muhidin tidak tampak berhadir di lokasi dan diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

Syarifuddin menjelaskan bahwa Gubernur tidak dapat menemui massa aksi secara langsung lantaran sedang menghadiri agenda di luar daerah.

“Gubernur tidak bisa berhadir karena ada kegiatan di luar kota di Jakarta, dan info terkini beliau yang meminta kami hadir mewakilkan,” ujar Syarifuddin di hadapan mahasiswa.

Menariknya aksi unjuk rasa ini juga dihadiri oleh Virdian Aurellio Hartono, aktivis muda sekaligus mantan Ketua BEM Kema Universitas Padjadjaran (Unpad) periode 2022.

Virdian memberikan apresiasi atas konsistensi gerakan mahasiswa di daerah dalam mengawal isu-isu lingkungan dan kerakyatan.

“Bagus. Ini adalah bentuk bahwa ternyata orang-orang muda di Indonesia tidak pernah memilih diam. Kita muak, orang muda Indonesia muak atas segala bencana yang terjadi disebabkan karena kerusakan alam yang menikmati kekayaannya segelintir orang, tapi yang kena adalah masyarakat umum,” ujar Virdian saat diwawancarai di lokasi.

Ia menambahkan bahwa ancaman bencana ekologis seperti kabut asap tidak memandang latar belakang sosial maupun politik masyarakat. Oleh karena itu, perjuangan menjaga lingkungan merupakan kepentingan seluruh warga negara.

“Pesan yang pertama adalah untuk mengatakan bahwa hari ini kalau kita memilih diam, sama dengan kita semua memilih jadi korban berikutnya. Ketika memperjuangkan isu kebencanaan ekologis ini, dia isu semua warga negara Indonesia. Ini hak kita untuk dapat udara yang lebih bersih, air yang lebih layak, kehidupan yang lebih layak,” pungkasnya.

Hingga aksi berakhir, massa aksi terus mengawal poin-poin tuntutan mereka dan mendesak pemerintah daerah memberikan solusi nyata atas krisis ekologis serta layanan publik di Kalimantan Selatan. (Caca)

Related posts

Operasi SAR KM Virgo Transport-8 Diperpanjang 7 Hari

razie albanjari

Posisi Bangkai Kapal Bergeser 1,6 Nautical Mile, Penyelaman Bawah Air KM Virgo Transport 8 Tertahan Cuaca

razie albanjari

Minta Pengawasan Diperketat, Wali Kota Yamin HR Instruksikan Pendataan Jembatan Kayu Tua dan Pasang Rambu Informasi

razie albanjari

Leave a Comment