tilikbanua.com
Peristiwa

Dendam Judi Slot Berujung Maut: Ponsel Pinjaman Jadi Pemicu Nyawa Adi Imam Fizay Melayang di Banjarmasin

BANJARMASIN, tilikbanua.com – ​Kasus pembunuhan sadis yang menimpa Adi Imam Fizay (30) di kawasan Jalan Tembus Mantuil, Gang Munawarah, Kelurahan Basirih Selatan, Banjarmasin Selatan, pada Sabtu (10/10/2026) lalu, ternyata berakar dari rasa sakit hati terkait hasil judi online (judol).

Pesta minuman beralkohol yang berujung maut ini dipicu oleh kecemburuan karena korban menang judi slot menggunakan ponsel milik temannya sendiri namun enggan berbagi.

​Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin, dalam jumpa pers pada Rabu (14/10/2026), membeberkan kronologi dan motif di balik insiden berdarah tersebut.

Peristiwa bermula ketika korban dan tiga orang temannya yakni RN, AH, dan RI, berkumpul untuk menenggak minuman keras.

​”Jadi sebelum kejadian itu mereka mengonsumsi minuman beralkohol itu di rumah saksi P,” ucap Kapolresta Banjarmasin.

​Di tengah pesta miras itulah motif pembunuhan mulai terungkap. Terduga pelaku berinisial RI menceritakan kepada rekan-rekannya bahwa korban (Adi) baru saja menang judi slot.

Ironisnya, ponsel yang digunakan korban untuk meraih kemenangan tersebut adalah milik RI sendiri.
​
Rasa tidak terima karena korban tidak memberikan bagian atau imbalan apa pun dari hasil kemenangan tersebut memicu amarah kelompok tersebut.

Mendengar cerita itu, tersangka RN langsung melontarkan provokasi dengan berkata, “Pukuli ja”.

​Setelah minuman habis, korban bersama seorang saksi sempat beranjak ke depan sebuah musala untuk duduk.

Namun, situasi dengan cepat memanas ketika RN, AH, dan RI mendatangi korban dan melancarkan cekcok mulut.

​Tanpa belas kasihan, ketiganya mengeroyok korban secara brutal. RN memukul bagian belakang kepala korban dengan tangan kosong, disusul AH yang memukul wajah korban, dan R yang menghantam dahi korban.

​Emosi para pelaku tak reda sampai di situ. Kombes Pol Riza Muttaqin mengungkapkan tindakan sadis lanjutan dari pelaku utama.
​
“Tak berhenti sampai di situ, RN kemudian diduga menusuk dada korban menggunakan senjata tajam jenis pisau dengan panjang sekitar 15 sentimeter,” katanya.

​Dalam kondisi bersimbah darah dan terluka parah akibat tusukan di dada, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar gang. Ia sempat masuk ke rumah warga bernama Nurdin yang sedang makan untuk mencari pertolongan.

​”Disitulah korban meminta pertolongan kepada Nurdin sebelum akhirnya tergeletak di ruang tamu,” cetus Kapolresta.

​Nurdin yang panik dan khawatir dengan kondisi korban segera melapor ke Polsek Banjarmasin Selatan. Petugas piket kepolisian yang mendatangi TKP mendapati korban sudah berlumuran darah di ruang tamu.

Tak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan meringkus ketiga pelaku.

​Atas perbuatan keji yang didasari dendam akibat judi slot ini, para pelaku dijerat dengan pasal berlapis untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara hukum.
​
“Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai pembunuhan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,” pungkas Kapolresta.

​Selain itu, pihak kepolisian juga menerapkan Pasal 262 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait kekerasan secara bersama-sama di muka umum yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun. (Rian/Razie)

Related posts

Lahan Bekas Terbakar di Lingkar Utara Banjarbaru Dipasangi Garis Polisi

razie albanjari

​Kebakaran Jelang Subuh di Komplek DPR Banjarmasin Hanguskan Rumah Kosong

razie albanjari

​Mangkrak Bertahun-tahun, Kampung Ketupat Dibongkar untuk Diubah Jadi Ruang Terbuka Hijau

razie albanjari

Leave a Comment