tilikbanua.com
Lingkungan

Dapat Bantuan Rp157 Miliar, Pemko Banjarmasin Akselerasi TPA Basirih Jadi Pusat Pengelolaan Sampah Modern dan PSEL

BANJARMASIN, tilikbanua.com — Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mematangkan langkah transformasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih menuju pusat pengelolaan sampah modern berwawasan lingkungan.

Selain diarahkan menjadi kawasan hijau, TPA Basirih juga diproyeksikan sebagai pusat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

​Upaya konkrit tersebut mendapat dukungan kuat lewat alokasi dana bantuan program Local Service Delivery Project (LSDP) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI senilai ratusan miliar rupiah.

​Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, mengungkapkan bahwa kesiapan lahan untuk PSEL saat ini sedang berjalan seiring dengan persiapan pelaksanaan program LSDP tersebut.

​”Syukurnya tanah yang disiapkan untuk PSEL saat ini sedang dalam persiapan untuk mendukung kegiatan LSDP dari Kementerian Dalam Negeri, yang mana kita mendapatkan bantuan kurang lebih sekitar Rp157 miliar untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang modern di Kota Banjarmasin. Jadi istilahnya untuk TPA sendiri terus berprogres,” ujar Ichrom Muftezar saat memberikan keterangan Jumat (23/10/2026).

​Meski perencanaan dan dukungan pendanaan terus bergulir, keberlanjutan proyek PSEL masih memunculkan tantangan teknis tersendiri, khususnya pada ambang batas pasokan sampah harian.

​Ichrom menjelaskan bahwa Pemko Banjarmasin sebenarnya telah menjalin kerja sama regional bersama daerah tetangga melalui skema aglomerasi Banjarmasin Raya guna menjamin pasokan volume sampah.
​
“MOU antara Pemerintah Kota Banjarmasin, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, dan Pemerintah Kabupaten Banjar dalam skema aglomerasi Banjarmasin Raya waktu itu disaksikan langsung oleh Pak Gubernur yang diwakili Pak Asisten, serta disaksikan Bu Hanifah mewakili Pak Menteri,” paparnya.
​
Namun demikian, total produksi sampah gabungan dari tiga daerah tersebut saat ini belum memenuhi kualifikasi minimal yang dipersyaratkan oleh Peraturan Presiden (Perpres) terkait percepatan PSEL.

​”Sampai saat ini ada satu kendala utama, yang mana Banjarmasin dan kabupaten sebelah, yakni Banjar maupun Barito Kuala, hanya bisa menyiapkan sampah sebanyak 635 ton per hari. Sedangkan di dalam Perpres kalau tidak salah, itu minimal 1.000 ton sampah sehari. Nah ini juga menjadi sebuah tantangan bagi kita,” tambah Sekda.

​Selain persiapan jangka panjang PSEL dan fasilitas modernisasi sampah, Pemko Banjarmasin saat ini juga tengah memfokuskan pembenahan infrastruktur penunjang lingkungan di TPA Basirih, khususnya pada pengolahan air lindi (leachate) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

​Saat dikonfirmasi mengenai progres perbaikan penanganan limbah cair tersebut, Ichrom menegaskan bahwa pengerjaannya sedang berjalan intensif di lapangan.

​”Ini sedang proses, sedang berproses untuk rehab kolam lindinya itu, pengolahan IPAL-nya sedang berproses. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi sudah bisa difungsikan,” jelasnya.

​Saat ditanya mengenai target penyelesaian rehabilitasi sarana IPAL tersebut, pihak Pemko menargetkan agar pengerjaan dapat tuntas dalam waktu singkat demi mengoptimalkan daya dukung lingkungan di area sekitar TPA Basirih.

​”Secepatnya, target kita secepatnya,” tegas Ichrom menutup keterangannya. (Rian/Razie)

Related posts

Dari Kemiri hingga Maggot, Enam Duta PEPELINGASIH 2026 Siap Pimpin Gerakan Hijau Kalimantan Selatan

razie albanjari

Kalsel Tetapkan Siaga Darurat Karhutla, Muhidin Minta Semua Daerah Siap

razie albanjari

Hadapi Ancaman Karhutla, Pemprov Kalsel Siagakan Posko 24 Jam dan Safe House untuk Kelompok Rentan

razie albanjari

Leave a Comment