tilikbanua.com
Berita Utama

Aksi Hoist Rescue Helikopter Basarnas Angkut Jenazah Korban KM Virgo Transport 8

BANJARBARU, tilikbanua.com – Gelombang tinggi dan hempasan angin kencang tak menyurutkan langkah Tim SAR Gabungan dalam menuntaskan misi kemanusiaan di perairan Laut Jawa, Minggu (20/9/2026).

Di tengah medan operasi yang ekstrem, sebuah penerbangan presisi tinggi hoisting rescue menjadi kunci suksesnya evakuasi satu jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8.

Korban berjenis kelamin laki-laki tersebut awalnya berhasil ditemukan oleh tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) di dalam badan kapal pada pukul 14.14 WITA.

Jasad korban diangkat ke permukaan dan dinaikkan ke geladak KN SAR Kamajaya pada pukul 16.22 WITA. Di mana rencana awal untuk mendaratkan (landing) Helikopter Basarnas HR 3601 di atas kapal nihil dilakukan begitu melihat kondisi riil di lapangan.

Limitasi keselamatan penerbangan telah terlampaui oleh ganasnya cuaca Laut Jawa.

Kapten Pilot Helikopter HR 3601, Kapten Laut (P) M. Dimas Andromeda, mengungkapkan situasi di atas udara saat keputusan pengambilan metode hoist harus diambil.

“Kami Kapten Pilot HR 3601, untuk teknis pelaksanaan kita menjemput korban di KN SAR Kamajaya dengan metode hoist. Awalnya kita mau landing, karena besar ombak cukup melebihi limitasi,” ujar Kapten Laut (P) M. Dimas Andromeda di Lanud Sjamsudin Noor, Minggu (20/9/2026) sore.

“Kendala pasti ada, di setiap medan operasi kita pasti mendapatkan kendala. Kalau hari ini kendala kita adalah angin di area kecepatan 27 knot, dengan ombak yang cukup lumayan. Maka dari itu kita membutuhkannya hoist. Akhirnya kita memutuskan untuk metode hoist menggunakan rescue net, semuanya dilaksanakan oleh HR 3601,” tegas Dimas.

Metode hoist rescue bukanlah perkara mudah. Dalam kecepatan angin mencapai 27 knot (sekitar 50 km/jam) dan kapal yang bergoyang hebat dihantam gelombang, helikopter harus mampu bertahan dalam posisi melayang (hovering) yang stabil persis di atas geladak KN SAR Kamajaya.

Kabel hoist diulurkan perlahan bersama rescue net (jaring penyelamat) menuju geladak. Setiap sentimeter pergerakan membutuhkan koordinasi tanpa cela antara pilot, hoist operator, dan tim SAR di atas kapal.

Begitu jenazah diamankan di dalam rescue net, kabel kembali ditarik ke atas menuju kabin helikopter secara aman dan terukur.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menegaskan bahwa keberhasilan aksi evakuasi udara ini merupakan hasil kolaborasi solid seluruh elemen di lapangan.

“Sore hari ini, kita berhasil mengevakuasi satu orang korban berjenis kelamin laki-laki. Korban ditemukan oleh tim penyelam dari BSG bersama dengan seluruh unsur yang ada di lokasi, seperti Tugboat Jaya Dragon, KN SAR Kamajaya, KRI Kanopus, dan KN SAR Wisanggeni,” jelas Putu Sudayana.

“Kemudian kita evakuasi setelah korban dinaikkan ke KN SAR Kamajaya pada pukul 16.22, lalu dievakuasi ke Lanud Sjamsudin Noor dengan menggunakan helikopter Basarnas HR 3601. Untuk identitas lebih lengkap, nanti dari pihak DVI Polda Kalsel yang akan merilis,” lanjutnya.

Usai menyelesaikan teknik hoist, Helikopter HR 3601 langsung menuju Pangkalan TNI AU (Lanud) Sjamsudin Noor Banjarmasin.

Setibanya di landasan, jenazah korban langsung diserahterimakan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan untuk proses identifikasi resmi. (Caca/Razie)

Related posts

Update Musibah KM Virgo Transport: 77 dari 82 Jenazah Berhasil Teridentifikasi

razie albanjari

Dampak Sengketa Lahan, UPTD PPA Banjarbaru Turun Tangan Periksa Psikologis Anak Korban Trauma

razie albanjari

Dampak Karhutla Kian Parah, Warga dan Forkopimda Kalsel Gelar Salat Istisqaa di Banjarbaru

razie albanjari

Leave a Comment