tilikbanua.com
Berita Utama

Asap Tipis Selimuti CFD Panglima Batur, BMKG Catat Kualitas Udara Banjarbaru Masuk Kategori Tidak Sehat

BANJARBARU, tilikbanua.com – Di tengah laporan kualitas udara yang menunjukkan angka tidak sehat akibat kabut asap, kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Panglima Batur, Kota Banjarbaru, pada Minggu (18/10/2026) pagi, tetap didatangi oleh warga yang ingin beraktivitas.

Berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, konsentrasi partikulat halus PM2.5 pada pukul 00.00 WITA hingga 09.00 WITA secara umum berada pada kategori Sedang hingga Tidak Sehat.

Bahkan, konsentrasi tertinggi sempat menyentuh angka 81.7 µgram/m3 pada pukul 08.00 WITA dengan status Tidak Sehat.

Meski demikian, sejumlah pengunjung mengaku kondisi pagi ini terasa lebih bersahabat dibanding pekan-pekan sebelumnya.

Fira dan Rizka, pengunjung CFD asal Martapura, mengatakan bahwa mereka sempat lama absen mendatangi pusat keramaian tersebut karena terganggu oleh tebalnya kabut asap yang membuat sesak napas.

“Kebetulan baru kali ini ke CFD setelah sekian lama kami nggak CFD karena kabut asap, jadi malas sesak napas,” ujar Fira.

Kendati demikian, keduanya bersyukur hari ini kondisi udara tampak sedikit lebih baik. “Hari ini cukup bagus, asapnya kurang. Nggak kayak minggu-minggu sebelumnya, itu lumayan tebal asapnya. Bahkan dari rumah di Martapura juga sudah berasap,” tambah Rizka.

Adapun kondisi di lapangan memperlihatkan bahwa meski di area utama CFD Jalan Panglima Batur kabut tampak relatif tipis, ketebalan asap yang lebih pekat justru membayangi sejumlah titik akses utama di Kota Banjarbaru.

Sepanjang Jalan Ahmad Yani, kawasan Liang Anggang, Landasan Ulin, hingga perbatasan Banjarbaru-Martapura terpantau diselimuti kabut yang lebih tebal hingga menjelang siang hari.

Dampak dari kualitas udara ini pun dirasakan oleh para pelaku usaha kecil di sekitar lokasi CFD. Maskuf, seorang pedagang sate yang biasa mangkal di kawasan tersebut, mengaku jam operasionalnya harus bertambah akibat minimnya pembeli di pagi hari.

“Dampaknya kalau untuk jualan yang pasti ada, karena kalau pagi itu orang mungkin malas keluar karena asap. Kalau dulu biasanya bawa dua sampai jam 12 sudah habis, sekarang jadinya jam 2 sampai jam 3 baru habis,” keluh Maskuf.

Meskipun aktivitas warga di CFD Panglima Batur tetap berjalan, kondisi kualitas udara yang fluktuatif hingga kategori tidak sehat pada pagi hari menuntut kewaspadaan ekstra bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang beraktivitas fisik di luar ruangan. (Caca/Razie)

Related posts

Satlantas dan Ditpolairud Polda Kalsel Sterilkan Jalur Evakuasi Darat Korban KM Virgo Transport 8

razie albanjari

El Nino Bikin Musim Hujan Mundur, Kalsel Diprediksi Masuki Puncak di Januari 2027

razie albanjari

Banjarmasin dan Sekitarnya Kembali Dilanda Pemadaman Listrik, Warga Mengeluh Aktivitas Terganggu

razie albanjari

Leave a Comment