tilikbanua.com
Kabupaten/Kota

Batulicin Pasok Ikan Hingga Pasar Regional Kalimantan, Kuota Solar dan Es Masih Jadi Kendala

Tanah Bumbu, tilikbanua.com – Pelabuhan Perikanan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, berperan dalam memasok kebutuhan ikan untuk pasar regional di Pulau Kalimantan. Distribusinya menjangkau sejumlah daerah di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat.

Berdasarkan rekapitulasi Surat Keterangan Angkut Ikan (SKAI) Pelabuhan Perikanan Batulicin, total distribusi ikan selama Januari hingga September 2026 mencapai 3.158.042 kilogram atau sekitar 3.158 ton.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.517.700 kilogram atau sekitar 1.517,7 ton didistribusikan ke luar Kabupaten Tanah Bumbu. Sementara itu, distribusi di dalam kabupaten mencapai 1.640.342 kilogram atau sekitar 1.640,3 ton.

Cakupan distribusi tersebut menunjukkan peran Pelabuhan Perikanan Batulicin dalam mendukung pergerakan pasokan ikan antardaerah, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar di berbagai wilayah Kalimantan.

Kepala Pelabuhan Perikanan Batulicin, Akhmad Syarwani, mengatakan aktivitas perikanan di pelabuhan tersebut didukung armada kapal pengangkut dan kapal penangkap ikan.

Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat 123 kapal yang terdiri atas 91 kapal pengangkut dan 32 kapal penangkap ikan. Rata-rata kapal yang beroperasi mencapai 104 unit per bulan, dengan aktivitas harian sekitar tiga hingga empat kapal.

Sejumlah daerah tujuan distribusi ikan di antaranya Banjarmasin dan Kotabaru di Kalimantan Selatan, Balikpapan dan Samarinda di Kalimantan Timur, Sampit dan Kapuas di Kalimantan Tengah, serta Pontianak di Kalimantan Barat.

Distribusi ikan dari Batulicin juga menjangkau pasar di luar Pulau Kalimantan. Data SKAI mencatat pengiriman menggunakan angkutan truk menuju Surabaya, Jakarta, dan Makassar.

“Distribusi ikan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di dalam Kabupaten Tanah Bumbu, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah lain,” ujar Akhmad Syarwani saat diwawancarai di Pelabuhan Perikanan Batulicin, Minggu (18/10/2026).

Di balik jangkauan distribusi yang luas, Pelabuhan Perikanan Batulicin masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas penyediaan es untuk mendukung aktivitas nelayan dan menjaga kualitas ikan hasil tangkapan.

Saat ini, pabrik es yang tersedia di kawasan pelabuhan masih dikelola pihak swasta dengan kapasitas produksi sekitar enam ton per hari. Sementara itu, kebutuhan es untuk menunjang aktivitas perikanan diperkirakan mencapai 20 hingga 30 ton setiap hari.

Kesenjangan kapasitas tersebut berpotensi menghambat pemenuhan kebutuhan nelayan sebelum melaut, sekaligus memengaruhi penanganan ikan setelah ditangkap. Padahal, ketersediaan es sangat penting untuk mempertahankan kesegaran dan mutu ikan, terutama untuk pengiriman ke luar daerah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak pelabuhan telah mengusulkan pembangunan pabrik es dengan harapan dapat memperkuat fasilitas pendukung kegiatan perikanan.

“Pembangunan pabrik es telah kami usulkan. Lahannya sudah siap, mudah-mudahan segera terealisasi,” kata Syarwani.

Selain menunjang kebutuhan nelayan, pembangunan pabrik es diharapkan membuka peluang usaha komersial yang dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kendala lainnya adalah keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk mendukung operasional kapal perikanan.

Menurut Syarwani, alokasi solar yang diterima Pelabuhan Perikanan Batulicin saat ini sekitar 70 ton per bulan. Jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan yang diperkirakan mencapai 150 ton per bulan.

Dengan demikian, terdapat kekurangan pasokan sekitar 80 ton setiap bulan dibandingkan kebutuhan tersebut. Kondisi ini membuat nelayan harus mencari tambahan solar dari luar untuk memenuhi kebutuhan operasional kapal.

“Akibatnya, nelayan harus membeli di luar,” ungkapnya.

Ketersediaan solar yang memadai diperlukan agar aktivitas penangkapan ikan dapat berjalan lancar. Sementara itu, kecukupan pasokan es menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan hingga sampai ke konsumen.

Syarwani berharap kebutuhan es dan BBM dapat dipenuhi sehingga aktivitas perikanan di Pelabuhan Perikanan Batulicin semakin optimal.

“Kalau kebutuhan es dan BBM telah terpenuhi, kami yakin produksi akan lebih maksimal,” pungkasnya.

Related posts

Tembus Rp50 Ribu, Pemko Banjarbaru Perintahkan Sidak Jalur Distribusi LPG 3Kg

razie albanjari

Soroti Area Kumuh hingga Kebersihan, Wawali Banjarmasin Minta Fasilitas Pasar Sentra Antasari Ditingkatkan.

razie albanjari

Belasan Tandon Disalurkan untuk Antisipasi Krisis Air Bersih di Banjarbaru

razie albanjari

Leave a Comment