tilikbanua.com
Berita Utama

BMKG Kalsel Catat Penurunan Konsentrasi PM2.5 Usai Hujan Terjadi

BANJARBARU, tilikbanua.com – Hujan yang mengguyur Kota Banjarbaru dan sekitarnya hasil dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terbukti efektif meredam kepungan asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kualitas udara yang sebelumnya berada pada kategori berbahaya kini berangsur membaik ke level sedang hingga tidak sehat.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi (Staklim) Kalimantan Selatan, M. Agvi Septiarno Rachman, menjelaskan bahwa guyuran air hujan bekerja layaknya pembersih alami yang meluruhkan partikulat berbahaya di atmosfer.

“Hujan yang terjadi kemarin dampaknya lumayan terasa. Pada dasarnya hujan membantu membersihkan atmosfer karena membawa partikel-partikel asap atau PM2.5 di udara turun bersama air,” kata Agvi, Sabtu (26/9/2026).

Berdasarkan data pemantauan Staklim Kalsel pada Jumat (25/9/2026), konsentrasi rata-rata partikulat PM2.5 tercatat sebesar 68,0 µgram/m³ (Sedang hingga Tidak Sehat), dengan puncak tertinggi menyentuh angka 143,9 µgram/m³ pada pukul 07.00 WITA.

Kondisi tersebut terpantau semakin membaik pada Sabtu (26/9/2026) pagi. Sejak pukul 00.00 WITA hingga 09.00 WITA, konsentrasi PM2.5 bertahan di kategori Sedang, dengan angka tertinggi tercatat sebesar 56,0 µgram/m³ pada pukul 09.00 WITA.

Agvi tak menampik jika dalam beberapa hari terakhir langit Banjarbaru tampak abu-abu hingga menyamarkan keberadaan awan. Hal itu dipicu oleh pekatnya kabut asap Karhutla yang terperangkap di atmosfer.

“Penyebab langit abu-abu dan awan tidak terlihat ya karena asap Karhutla yang tertahan. Namun sebenarnya pertumbuhan awan di wilayah Kalsel saat ini sedang meningkat hingga 30 September nanti,” terangnya.

Guna memanfaatkan munculnya bibit awan potensial tersebut, tim gabungan mengoptimalkan pelaksanaan OMC sejak 24 hingga 28–29 September 2026.

Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan hujan yang lebih optimal untuk mencuci atmosfer secara menyeluruh.

Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa tingkat pembersihan udara sangat bergantung pada intensitas hujan, pergerakan arah angin, dan pemadaman titik api di lapangan.

BMKG memprakirakan potensi hujan akan semakin meningkat pada Oktober, sebelum akhirnya wilayah Kalsel memasuki awal musim hujan secara merata pada kurun November hingga Desember 2026. (Caca/Razie)

Related posts

6 Daerah Belum Terima Banpres Penanganan Karhutla, Gubernur Kalsel: Ini Kami Usulkan Kembali

razie albanjari

Dibawa Helikopter Basarnas, 6 Kantong Jenazah KM Virgo Dari Pangkalan Bun Diserahkan ke DVI

razie albanjari

Air Bersih Disalurkan, Warga RT 15 Alalak Tengah Batal Demo PAM Bandarmasih

razie albanjari

Leave a Comment