BANJARBARU, tilikbanua.com – Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan (Kalsel) memprakirakan puncak musim hujan di wilayah Kalsel akan terjadi secara bertahap.
Mayoritas wilayah diproyeksikan bakal menerjang puncak musim basah ini pada Januari 2027 mendatang.
BMKG juga mencatat fenomena El Nino sempat memicu “pengereman” atau kemunduran awal musim hujan di Banua.
Forecaster Iklim BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel, Annisa Dwi Novianti, menjelaskan bahwa gerbang musim hujan di Kalsel mulai terbuka bertahap sejak awal November hingga pertengahan Desember.
Pergerakannya menyapu dari sisi barat, seperti Tabalong, lalu merambat perlahan ke arah timur.
“Jadi bisa disimpulkan kalau di bulan Desember ini seluruh wilayah di Kalimantan Selatan sudah dalam musim hujan,” terang Annisa saat ditemui, Kamis (8/10/2026).
Mengenai kapan awan hujan mencapai performa maksimalnya, Annisa membeberkan bahwa tiap daerah memiliki ritme dan garis waktu yang berbeda.
“Setiap kabupaten/kota di Kalimantan Selatan umumnya di bulan Januari 2027 itu puncaknya musim hujan, yaitu mencakup hampir lebih dari 50 persen wilayah Kalsel sendiri,” ungkap Annisa.
“Namun, beberapa daerah ada juga yang mulai puncaknya lebih awal di bulan Desember, yaitu di Kalsel bagian barat seperti wilayah Tabalong, HSS (Hulu Sungai Selatan), dan sekitarnya,” tambahnya.
Ia melanjutkan, wilayah pesisir dan tenggara Kalsel justru memiliki jadwal puncak yang bergeser hingga tahun depan. Seperti puncaknya pada bulan Maret dan Mei tahun 2027, utamanya di wilayah Tanah Bumbu dan Kotabaru, serta sebagian kecil Tanah Laut.
Mengenai keterlambatan awal musim hujan, Annisa menyebutkan aktivitas El Nino sebagai salah satu ‘aktor’ utamanya.
Kendati demikian, ia menekankan bahwa pengaruh El Nino jauh lebih menggigit ketika kemarau, saat berkolaborasi dengan Monsun Australia yang minim uap air.
Saat memasuki musim hujan, konfigurasi cuaca berubah total seiring hadirnya angin Monsun Asia yang sarat kelembapan. (Caca/Razie)


