BANJARBARU, tilikbanua.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan digarap melalui kolaborasi lintas sektor yang masif.
Di tengah upaya pemadaman yang telah berjalan lebih dari dua bulan dengan menerjunkan 350 personel kepolisian bersama unsur Pemprov dan TNI, Gubernur Kalsel Muhidin bergerak taktis dengan mengerahkan dunia usaha untuk turun tangan langsung membantu di garis depan.
Langkah kolaboratif ini diwujudkan dengan merangkul puluhan korporasi lokal guna memperkuat logistik dan operasional para relawan pemadam kebakaran (damkar) mandiri yang berjuang di lapangan.
“Sekali lagi kami menyampaikan bahwa kita saat ini sudah memanggil pengusaha-pengusaha yang ada di Kalimantan Selatan. Ada 45 pengusaha yang sudah melaporkan dirinya untuk dapat membantu,” ungkap Gubernur Muhidin, Senin (19/10/2026).
Gubernur menjelaskan, puluhan perusahaan yang telah menyatakan komitmennya tersebut difokuskan untuk membiayai dan mendukung pergerakan relawan damkar di sejumlah wilayah strategis yang menjadi titik perhatian, terutama di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kota Banjarbaru.
Dalam pembagian tugas operasional di lapangan, para relawan yang didanai oleh korporasi ini disinergikan secara terstruktur bersama satuan tugas gabungan dari unsur TNI, Polri, hingga BPBD.
“Jadi kami bagi lokasinya, seperti di sini TNI tadi kan, nanti ada lagi kepolisian, berkelompok, BPBD. Jadi relawan ini membantu di mana ada titik api yang terlalu ekstrem,” tambahnya.
Pengerahan kekuatan penuh dari dunia usaha ini berjalan seiring dengan berbagai inovasi taktis yang diterapkan di lapangan untuk melumpuhkan bara di dalam tanah gambut.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan memaparkan bahwa pihaknya bersama Pemprov dan TNI terus menggeber berbagai metode penanganan efektif selama lebih dari dua bulan terakhir.
“Kita sudah dua bulan lebih, bersama-sama dengan Pemprov, TNI, melakukan upaya pemadaman di Kalimantan Selatan, dan kami dari Polda Kalsel mengarahkan 350 personel,” ujar Kapolda Yudha.
Berbagai terobosan yang dikerjakan meliputi pembuatan kolam-kolam bioflok untuk mendekatkan sumber air ke titik api, penerapan teknik penyuntikan gambut guna memadamkan bara tersembunyi di bawah permukaan, hingga pemetaan area menggunakan drone thermal.
Penggunaan teknologi termal tersebut dinilai sangat efektif untuk mengukur tingkat keberhasilan operasi secara saintifik.
“Kita menggunakan drone thermal kita memetakan titik api bawah, kita mengambil data di awal, kemudian akhir daripada pekerjaan juga kita petakan kembali, kita cek kembali, kita evaluasi, itu hasilnya cukup signifikan, cukup bisa kita bilang berhasil,” terangnya.
Keberhasilan tersebut turut diperkuat dengan aplikasi surfaktan yang segera diperluas penggunaannya menyusul tibanya pasokan bahan baku pada hari Jumat siang mendatang.
Formula khusus ini terbukti mampu mereduksi suhu panas ekstrem di perut bumi gambut secara drastis berdasarkan pantauan alat termal.
Melalui sinergi kuat antara pemerintah daerah lewat pengerahan 45 perusahaan oleh Gubernur Muhidin, dukungan penuh aparat TNI-Polri, serta kesigapan para relawan di lapangan, penanganan karhutla di Kalsel diharapkan mampu menuntaskan ancaman bencana asap secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Caca/Razie)


