tilikbanua.com
Berita Utama

Helikopter Basarnas Bawa 7 Jenazah Korban KM Virgo dari Palangkaraya Ditengah Asap Tebal

BANJARBARU, tilikbanua.com – Operasi udara evakuasi korban kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 kembali berlangsung pada hari pertama masa perpanjangan operasi SAR, Minggu (27/9/2026).

Di tengah kepungan kabut asap tebal yang melumpuhkan penerbangan umum di Palangkaraya, dua helikopter milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berhasil menembus cuaca demi mengangkut tujuh jenazah korban ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Evakuasi menggunakan dua helikopter jenis Dauphin tersebut bertolak dari Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, menuju Pangkalan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor, Banjarmasin, untuk selanjutnya ditangani oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Penerbangan tersebut harus mengarungi kondisi udara yang amat berisiko. Sepanjang rute penerbangan di ketinggian 3.500 kaki, para penerbang dihadapkan pada visibility atau jarak pandang yang angat terbatas akibat kepekatan asap.

“Kendala utama adalah asap. Sepanjang perjalanan di ketinggian 3.500 kaki, kami tidak bisa melihat ke depan maupun ke bawah karena asap sangat tebal. Jarak pandang ke depan hanya sekitar 300 sampai 400 meter,” ujar Co-pilot Heli Basarnas HR-6304, Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo di Lanud Sjamsudin Noor.

Kondisi kritis tidak hanya terjadi di udara, tetapi juga saat proses pendaratan (final approach). Di area bandara, jarak pandang sempat merosot hingga menyentuh angka 800 meter.

Landasan pacu bahkan baru terlihat secara fisik oleh mata telanjang ketika helikopter berjarak sekitar 0,3 hingga 0,4 mil laut.

Beruntung, approach light atau lampu pemandu landasan yang telah menyala dan terlihat dari jarak 0,6 mil laut membantu kru penerbang menuntaskan pendaratan presisi secara aman.

Penerbangan evakuasi dilakukan dalam dua sorti penerbangan. Sorti pertama mendarat di Lanud Sjamsudin Noor pada pukul 11.47 WITA menggunakan helikopter Dauphin berkode panggil HR-6304 yang membawa lima kantong jenazah.

Kemudian pada pukul 12.07 WITA, helikopter Dauphin berkode HR-6301 menyusul mendarat dengan memboyong dua kantong jenazah lagi.

“Dua helikopter telah memindahkan jenazah yang sebelumnya dievakuasi oleh rekan-rekan dari Kantor SAR Palangkaraya. Total tujuh jenazah diangkut dalam dua penerbangan ini. Alhamdulillah kondisi aman dan seluruh proses terlaksana dengan lancar,” kata Endrik.

Sebelumnya, Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Yudhi Bramantyo, menjelaskan bahwa ketujuh korban tersebut ditemukan pada Sabtu (26/9/2026) atau hari ke-14 operasi SAR di sejumlah titik terpisah di wilayah Kalimantan Tengah.

Penyisiran tim SAR membuahkan hasil dengan ditemukannya empat jenazah di perairan Kabupaten Sukamara pada rentang pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

Selain itu, petugas juga menemukan dua jenazah lainnya di wilayah perairan Kabupaten Seruyan, serta satu jenazah di area perairan Sungai Cabang, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Setibanya di Lanud Sjamsudin Noor, seluruh jenazah langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Selatan di Banjarmasin. Pemusatan penanganan dilakukan untuk memudahkan tim DVI dalam mencocokkan data medis guna mengidentifikasi identitas para korban sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. (Caca/Razie)

Related posts

Tanamkan Nasionalisme Siswa, Disdik Banjarmasin Semarakkan HUT RI ke-81

razie albanjari

​Harapan Keluarga Kembali Menyala, Penyelam Basarnas Temukan Lagi Korban KM Virgo Transport 8

razie albanjari

Didesak Pemuda Banjarmasin saat Demo, PLN Minta Maaf dan Janji Listrik Pulih September

razie albanjari

Leave a Comment