BATOLA, tilikbanua.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Simpang 4 Handil Bakti, Jalan Trans-Kalimantan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola) pada Rabu (21/10/2026).
Kepulan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dari titik lokasi kebakaran tak hanya memicu kepanikan warga sekitar, tetapi juga memakan korban jiwa dari pihak relawan pemadam kebakaran.
Gumpalan asap tebal yang membubung tinggi tersebut bahkan terlihat jelas hingga ke lingkungan sekolah di sekitarnya.
Muhammad Raihan, seorang siswa SMAN 1 Alalak yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut dari area sekolah, mengaku kaget saat melihat intensitas asap yang terus membesar dari arah lokasi kejadian.
”Asapnya tebal sekali dan membumbung tinggi, kelihatan jelas dari sekolah. Warga di sekitar lokasi juga terlihat panik karena apinya terus membesar,” ungkap Raihan.
Di tengah perjuangan para petugas dan relawan menjinakkan kobaran api yang mengancam kawasan pemukiman serta akses jalan utama tersebut, kabar duka menyelimuti barisan pemadam kebakaran.
Seorang relawan pemadam kebakaran dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah berjuang memadamkan kobaran api di sekitar kantor Kecamatan Alalak.
Gugurnya pahlawan kemanusiaan tersebut dikonfirmasi melalui kabar duka yang disiarkan di grup komunikasi darurat (emergency)
.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, telah berpulang ke rahmatullah atas nama Nurdin atau Amang Udin (03 KBL). Beliau meninggal dunia setelah memadamkan api di sekitar Kantor Kecamatan Alalak. Satu relawan telah gugur dalam tugas penanganan karhutla hari ini di Handil Bakti atas nama Nurdin, rekanan KBL,” bunyi pesan resmi duka cita dari rekan-rekan relawan emergency.
Gugurnya Amang Udin menjadi duka mendalam bagi seluruh unsur relawan dan masyarakat di Barito Kuala serta Banjarmasin.
Pihak berwenang dan jajaran relawan pun terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla yang dapat membahayakan keselamatan jiwa maupun lingkungan.
Hingga saat ini, petugas damkar dan relawan pun terus melakukan pembasahan lahan yang terbakar. (Rian/Razie)


