BANJARMASIN, tilikbanua.com — Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalsel Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin.
Aksi ini dipicu oleh kekecewaan masyarakat atas pemadaman listrik secara meluas yang melanda wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) baru-baru ini.
Dalam aksi simbolis yang menarik perhatian publik, massa membongkar karung berisi batubara dan menumpahkannya langsung di jalan depan kantor PLN.
Serpihan batubara tersebut kemudian diambil dan diserahkan secara langsung kepada pimpinan serta jajaran manajemen PLN UP3 Banjarmasin yang keluar menemui demonstran.
Salah satu orator di atas mobil komando menegaskan bahwa aksi penyerahan batubara ini merupakan bentuk sindiran sekaligus kepedulian masyarakat terhadap krisis pasokan energi yang dialami PLN.
”Kita sumbangkan batu bara kepada pihak PLN. Katanya PLN lagi kekurangan batu bara, Kawan-kawan. Mohon diterima, Pak. Ini bentuk kepedulian kami kepada PLN agar bahwasanya batu bara ini kami serahkan,” ujarnya di hadapan pejabat PLN.
Aksi ini juga dihadiri oleh pengamat politik dan akademisi Kalsel, Uhaib Asad, yang turut naik ke atas mobil komando untuk memberikan orasi ilmiahnya.
Uhaib menyoroti ketimpangan sosial dan kualitas pembangunan manusia di Kalsel yang dinilai tidak sebanding dengan kekayaan sumber daya alam yang dikeruk dari bumi Kalimantan.
”IPM-nya (Indeks Pembangunan Manusia) Kalsel itu peringkat 25 dari 38 provinsi. Artinya, tidak ada korelasi signifikan antara kaya Kalimantan Selatan dengan tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia,” papar Uhaib di hadapan massa aksi dan pihak kepolisian.
Hingga saat ini, aksi masih berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian setempat.
Pihak PLN yang menerima bongkahan batubara tersebut tampak mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat dan mahasiswa. (Rian/Razie)


