BANJARBARU, tilikbanua.com – Penanganan dampak kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kesiapsiagaan yang berkelanjutan.
Hal inilah yang mendasari disiagakannya Rumah Aman Asap di Puskesmas Pembantu (Pustu) Landasan Ulin Selatan, Jalan Kelurahan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru.
Meski ancaman karhutla telah mereda, fasilitas kesehatan ini tetap dibuka guna melayani masyarakat sekitar, termasuk penderita penyakit pernapasan kronis seperti asma.
Kepala Puskesmas Liang Anggang, dr. Nani Andriani, menjelaskan bahwa keberadaan Rumah Aman Asap ini diproyeksikan sebagai tempat pelayanan pernapasan darurat tanpa batas waktu.
“Fasilitas rumah aman asap ini tidak hanya disiagakan untuk karhutla saja. Karena tidak ada batas waktu, mudah-mudahan tahun depan tidak ada lagi kebakaran, tapi tetap diperuntukkan untuk masyarakat Liang Anggang dan sekitarnya,” ujar dr. Nani, Rabu (7/10/2026).
Ia menambahkan, keberadaan tempat ini juga sangat bermanfaat bagi pasien berpenyakit pernapasan kronis di luar masa kebencanaan.
“Walaupun karhutla tidak ada, tapi ada yang asma. Anggap nih ada pasien-pasien asma yang tidak mau ke puskesmas atau ke rumah sakit, nanti bisa ke sini. Karena di sini kan ada alat untuk nebulizer, jadi bisa untuk orang-orang asma,” tambahnya.
Operasional Rumah Aman Asap mengusung pola penugasan kolaboratif antara tenaga kesehatan puskesmas dan relawan kemanusiaan guna memastikan pelayanan berlangsung optimal setiap hari kerja.
Mengenai skema penugasan harian, dr. Nani menerangkan bahwa jadwal pelayanannya disesuaikan dengan jam kerja puskesmas induk.
“Karena kita pegawai puskesmas juga, jadi mereka akan absen dulu jam 8, nanti mulai setengah 9 mereka sudah di sini. Biasanya dari jam 9 sampai jam 11 itu pegawai puskesmas, setelah itu nanti dari relawan Satria Kalsel mengenai,” terangnya.
Sinergi bersama relawan Satria Kalsel ini membuat penjagaan dapat menyambung hingga pukul 19.00 WITA, memastikan fasilitas penanganan awal masalah pernapasan tetap dapat diakses oleh warga hingga sore dan malam hari.
Rumah Aman Asap difungsikan sebagai tempat transit medis untuk menstabilkan kondisi pernapasan warga. Untuk menunjang operasionalnya, fasilitas ini dibekali sejumlah sarana medis bantuan dan hibah, antara lain oxygen concentrator, perlengkapan nebulizer untuk terapi penguapan, serta kipas angin yang dilengkapi penyaring udara.
dr. Nani menekankan bahwa tempat ini diprioritaskan sebagai tempat singgah dan penanganan awal, bukan lokasi perawatan medis intensif.
“Ini sebenarnya bukan untuk terapi ya, datang kalau kayak tempat transit. Jadi kalau seumpamanya lebih nyaman bisa balik pulang ke rumah, tapi kalau bertambah parah berarti bisa langsung ke rumah sakit,” jelas dr. Nani.
Hingga saat ini, fasilitas tersebut tercatat telah melayani hampir 20 warga sekitar yang mayoritas mengeluhkan gejala pernapasan ringan seperti batuk, pilek, dan radang tenggorokan.
“Sampai saat ini belum ada yang di-nebul, belum ada yang harus pakai oksigen yang banyak gitu. Karena rata-rata lumayan cuma sakit tenggorokannya karena batuk pilek. Jadi kalau mau terapi obat biasanya memang kita arahkan ke puskesmas utama karena obatnya kan lebih lengkap daripada yang di sini,” tegasnya.
Seluruh fasilitas dan bentuk pelayanan di Rumah Aman Asap Pustu Landasan Ulin Selatan ini disediakan secara gratis atau tidak dipungut biaya bagi seluruh lapisan masyarakat. (Caca/Razie)


