BANJARMASIN, tilikbanua.com — Ancaman bahaya kebakaran di Kota Banjarmasin tidak hanya bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap, tetapi juga musibah kebakaran pemukiman padat penduduk yang kerap terjadi secara tiba-tiba.
Peristiwa naas tersebut kembali berulang di Jalan Bandarmasih, tepatnya di Kompleks DPR RT 31, Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat, pada Selasa (20/10/2026) pagi.
Kobaran api yang berkobar sekitar pukul 05.20 WITA tersebut meluluhlantakkan satu bangunan rumah dengan delapan sekat yang difungsikan sebagai warung makan, serta satu bangunan indekost yang memiliki tiga pintu.
Musibah ini mengejutkan warga sekitar yang baru saja menyelesaikan ibadah salat Subuh. Salah seorang warga setempat, Paman Daus (60), mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut disadarinya saat ia masih berada di dalam tempat ibadah.
”Kita itu awalnya masih di dalam masjid, lalu ada orang berteriak ada api di samping masjid, lalu kita keluar,” ucap Daus saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Menurut kesaksian Daus, titik awal munculnya api berasal dari sebuah bangunan tua yang sudah lama tak berpenghuni.
Faktor cuaca dan hembusan angin kencang diduga kuat membuat si jago merah cepat membesar dan merambat ke bangunan sekitar.
”Itu bangunan kosong, tidak ada penghuninya. Sudah berpuluh-puluh tahun di sini. Kemungkinan api langsung dibawa angin ke depan. Saat kami melihat ke sini, apinya sudah besar,” tuturnya.
Di tengah situasi panik, warga bergotong-royong saling bahu-membahu mengevakuasi penghuni di sekitar lokasi musibah agar segera menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang berharga, termasuk kendaraan para penghuni kos.
”Kami bangunkan orang-orang di sini sejak pagi, disuruh keluar semua supaya kendaraan dan orang-orang yang kos juga keluar semua,” tambah Daus.
Beruntung, aksi cepat warga membantu menahan laju jilatan api yang sempat mengancam bangunan rumah tepat di sebelah lokasi kejadian, sehingga dampak kerusakan tidak semakin meluas.
Fenomena maraknya kebakaran pemukiman ini menambah daftar panjang kerentanan bencana di Kota Banjarmasin, selain ancaman asap akibat karhutla di musim kemarau. Padatnya area pemukiman dan material bangunan yang mudah terbakar kerap menjadi tantangan utama.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya titik api maupun total kerugian material yang ditimbulkan masih dalam tahap penyelidikan dan menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian serta dinas terkait. (Rian/Razie)


