BANJARBARU, tilikbanua.com – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Selatan, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan lega usai penanganan karhutla di tiga wilayah utama dan krusial Kalsel mulai membuahkan hasil.
Hal tersebut disampaikan Hanif usai memimpin koordinasi lapangan di Pos Pantau Pengayuan, Jalan Awang Peramuan, bersama Gubernur Kalsel Muhidin dan Kapolda Kalsel beserta jajaran pada Rabu (26/8/2026) siang.
“Hari ini saya sangat merasa lega. Strategi utama di dalam penanggulangan karhutla pada tiga titik atau tiga wilayah krusial yang menjadi etalase Provinsi Kalimantan Selatan berhasil dipecahkan,” ujar Hanif saat diwawancarai di Pos Pantau Pengayuan.
Strategi teknis yang diterapkan menyasar tiga lokasi utama, yakni Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pengayuan.
Di Guntung Damar, ia mengatakan penanganan dilakukan melalui metode perendaman dengan menutup aliran sungai yang masih terbuka agar air dari Irigasi Riam Kanan berfungsi maksimal.
Pihaknya meminta Dinas PU meninggikan penutup tabat hingga 1 meter agar area tersebut tergenang dalam 1 hingga 2 hari.
“Bila hari ini sungai-sungai ditutup, mudah-mudahan dalam waktu 1-2 hari ini Guntung Damar bisa ditenggelamkan (diairi) dan insya Allah di zona utama ini akan selesai, kemudian zona samping kita akan kerja dengan pompa portable,” jelasnya.
Sementara itu, di Hutan Lindung Liang Anggang, petugas melakukan pembendungan menggunakan ekskavator amfibi dan long arm serta mengerahkan pompa air berkapasitas 500 liter per jam untuk mengairi kawasan tersebut dalam 2 hingga 3 hari.
Sedangkan untuk wilayah Pengayuan, penanganan mengandalkan inovasi kolam bioflok portabel berkapasitas 12.000 liter yang mudah dipindahkan.
Hanif menjelaskan bahwa dari total 900 hektare area terdampak di Pengayuan, terdapat 500 hektare yang mengalami kebakaran berulang.
“Ternyata Pak Kapolda kemarin dengan timnya dibantu oleh ULM mengambil strategi dengan kolam-kolam bioflok portabel yang bisa berpindah-pindah,” ungkapnya.
“Kalau kita memasang bioflok dengan jarak 250 kali 250 meter, artinya empat bioflok mampu mengover area 6,25 hektare. Jadi untuk 500 atau 900 hektare, kita hanya perlu 144 bioflok ini dan semuanya sudah tergrid. Mau kebakaran di mana pun, kita percaya diri,” tambah Hanif.
Dengan skema penataan bioflok tersebut serta pembasahan di Guntung Damar dan Liang Anggang, tim gabungan beserta relawan kini fokus menuntaskan pemadaman di area sekitar zona utama. (Caca/Razie)


