BANJARBARU, tilikbanua.com – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama sejumlah Dinas terkait menanggulangi krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda tiga kelurahan di Kota Banjarbaru, yakni Kelurahan Cempaka, Palam, dan Landasan Ulin Timur.
Kabid Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Kota Banjarbaru, Bahrani, mengungkapkan bahwa pihak penanganan dampak kekeringan telah menyalurkan tandon air bersih di beberapa titik rawan.
“Sampai hari ini penanganan kekeringan kita meliputi daerah Gunung Kupang di wilayah Cempaka dengan dua tandon, Tambak Buluh di Landasan Ulin Timur dua tandon, serta di Palam ada lima titik, di antaranya tiga menggunakan tandon milik masyarakat dan dua tandon dari kita,” ujar Bahrani, Senin (3/8/2026).
Meskipun permohonan bantuan air bersih terus berdatangan, BPBD Banjarbaru menerapkan prosedur verifikasi lapangan terlebih dahulu guna memastikan bantuan tepat sasaran dan mencegah dimanfaatkannya air bersih untuk kepentingan pribadi atau komersial.
“Surat permohonan yang masuk tidak langsung kita eksekusi. Kita cek lapangan untuk melihat kebutuhan riil dan pembaruan kondisi di sana. Kami khawatir jika yang meminta bantuan sifatnya komersial atau pribadi. Bukan tidak dibantu, tapi kita atur skala prioritasnya,” tegas Bahrani.
Salah satu prioritas utama saat ini adalah fasilitas pendidikan. Bahrani menyebutkan, terdapat Sekolah Dasar (SD) yang mulai mengalami kesulitan air akibat aliran PDAM setempat terkendala, hanya mengalir kecil pada malam hari.
Di samping itu, untuk mempercepat penanganan, sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Banjarbaru menyatakan kesiapannya dalam menyiagakan armada tangki air bersih.
Guna mengefisiensikan distribusi, pembagian wilayah operasional suplai air pun telah disepakati. Seperti untuk Dinas Perkim bertanggung jawab mendistribusikan air bersih ke wilayah Landasan Ulin Timur dan Palam.
“Kemudian Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menangani suplai air bersih untuk wilayah Cempaka, sedangkan kita BPBD Banjarbaru bertindak secara situasional untuk membackup dan merespons kondisi darurat di lapangan,” sebutnya.
Adapun terkait peta persebaran kekeringan, Bahrani menjelaskan bahwa hingga saat ini wilayah Kecamatan Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan masih terpantau aman dan belum ada laporan keluhan kekeringan dari warga.
Hal ini disebabkan sebagian besar kawasan tersebut telah terjangkau jaringan perpipaan PDAM.
“Wilayah yang rentan kekurangan air itu seperti Palam, karena memang jalur pipa PDAM belum ada di sana, sehingga warga semata-mata mengandalkan sumur galian,” tutupnya. (Caca/Razie).


