tilikbanua.com
Lingkungan

Masih Error, Alat Pemantau Kualitas Udara (AQMS) Banjarmasin Belum Bisa Digunakan

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin belum dapat menyajikan data real-time Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Hal ini disebabkan oleh kerusakan pada alat pemantau kualitas udara atau Air Quality Monitoring System (AQMS) yang berada di wilayah Kota Seribu Sungai ini.

​Alat pemantauan yang dipasang untuk mengukur tingkat polusi udara itu mengalami gangguan sistem pada bagian sensor. Akibatnya, pemantauan kualitas udara di Kota Seribu Sungai saat ini terhenti total.

​Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Jefrie Fransyah, membenarkan kendala teknis tersebut.

Ia menjelaskan bahwa status kepemilikan alat tersebut merupakan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sehingga proses perbaikan memerlukan koordinasi langsung dengan pusat.

​”Alat pemantau kita masih error, kita lagi meminta perbaikan sistem ke kementerian. Itu alatnya milik Kementerian LH,” ujar Jefrie saat dikonfirmasi, Rabu (19/08/2026).

​Kerusakan pada komponen sensor membuat data hasil pengukuran tidak akurat dan tidak dapat diperbarui secara tepat waktu.

Kondisi ini secara langsung berdampak pada operasional DLH dalam memetakan kondisi udara terkini.

​”Untuk pengukur kualitas udara ini sepenuhnya menggunakan alat. Jadi kalau alatnya rusak, kita tidak bisa mengukur. Intinya sensornya tidak presisi, hasil pengukurannya tidak valid jadi terlambat,” tambahnya.

​Sebagai langkah antisipasi sementara, DLH Kota Banjarmasin mengandalkan indikator kualitas udara dari kabupaten dan kota terdekat yang memiliki alat pemantau berfungsi normal.

Di samping itu, pihak dinas mengedepankan langkah preventif kepada masyarakat.

​”Mungkin upaya yang bisa kami lakukan imbauan saja dulu. Kita sambil melihat indikator dari kabupaten/kota tetangga,” tutup Jefrie.

​Hingga saat ini, DLH Banjarmasin masih menunggu respons serta penanganan teknis dari Kementerian LH agar alat pemantau ISPU tersebut dapat kembali berfungsi optimal. (Rian/Razie)

Related posts

Tukar Sampah Jadi Sembako, Gubernur Muhidin Pastikan Program Berlanjut dan Tak Sekadar Seremonial

razie albanjari

Kabut Asap Ancam IKP Kalsel, Masyarakat di Banjarbaru Diminta Pakai Masker

razie albanjari

Wamenko Pangan Bersama Tim Gabungan Turun Langsung Padamkan Kebakaran Lahan di Banjarbaru

razie albanjari

Leave a Comment