BANJARMASIN, tilikbanua.com – Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama, melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di sejumlah sekolah pada Kamis (1/10/2026) tadi.
Monitoring ini dilakukan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan sekolah di tengah kondisi kualitas udara yang tidak sehat akibat kabut asap.
Lokasi pengawasan meliputi SDN Pemurus Dalam 5, SDN Pemurus Dalam 6, SMPN 19, dan SMPN 30 Banjarmasin.
Dalam peninjauan tersebut, Kadisdik memantau kedisiplinan penggunaan masker oleh para siswa dan tenaga pengajar saat proses belajar mengajar berlangsung.
Kadisdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menegaskan bahwa PTM terbatas harus disesuaikan dengan kondisi kualitas udara yang fluktuatif demi mengantisipasi risiko gangguan pernapasan pada warga sekolah.
”Sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, kita menindaklanjuti kondisi kualitas udara yang masih tidak sehat dan fluktuatif. Jadi dimohon perhatian hal-hal penting dalam penyelenggaraan Pertemuan Tatap Muka Terbatas,” imbau Ryan saat dihubungi, Jumat (2/10/2026).
Guna mengantisipasi siswa yang tidak membawa APD dari rumah, Disdik menginstruksikan pihak sekolah untuk menyediakan stok masker cadangan di lingkungan sekolah.
”Jangan sampai ada anak yang terpaksa belajar tanpa perlindungan hanya karena lupa membawa masker dari rumah,” tuturnya.
Selain penyiapan cadangan masker, Ryan memerintahkan para wali kelas untuk melakukan pendataan ketat terhadap siswa maupun guru yang memiliki riwayat penyakit asma atau gangguan pernapasan lainnya.
Bagi warga sekolah yang terdata dalam kategori rentan tersebut, Disdik mengarahkan sekolah untuk memfasilitasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guna menjamin keselamatan dan kesehatan selama kondisi udara belum membaik. (Rian/Razie)


