BANJARBARU, tilikbanua.com – Pemerintah Banjarbaru terus memperisapkan operasional sekolah rakyat permanen Kota Idaman menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, pemerintah juga mengintegrasikan layanan kesehatan, pendampingan psikologis, hingga fasilitas asrama untuk memastikan kenyamanan peserta didik sejak hari pertama.
Komitmen tersebut dipastikan langsung lewat peninjauan lapangan yang dilakukan oleh Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby bersama jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Sentra Budi Luhur, serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di lokasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 (SRT 2) Banjarbaru, belum lama tadi
Peninjauan ini menjadi evaluasi akhir untuk mengecek kelayakan ruang belajar, fasilitas sanitasi, utilitas, hingga tiga unit bangunan asrama yang bakal menjadi tempat tinggal para siswa.
Lisa Halaby mengatakan bahwa pogram sekolah rakyat merupakan kebijakan strategis untuk menghadirkan akses pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pemerintah berkomitmen penuh mendukung percepatan proyek ini agar proses pembelajaran dimulai tepat waktu.
Menurut Lisa, sekolah rakyat adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak, khususnya mereka yang membutuhkan.
“Kami ingin memastikan setiap anak memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas,” katanya.
“Ini penting demi membentuk generasi Banjarbaru yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” sambung Lisa.
Keberadaan tiga unit asrama menjadi salah satu fokus utama dalam peninjauan tersebut.
Fasilitas asrama dinilai krusial karena tidak sekadar menjadi tempat tinggal, melainkan juga ruang pembinaan karakter, kedisiplinan, serta kemandirian siswa melalui sistem pendidikan yang terintegrasi.
Percepatan infrastruktur ini dikejar lantaran agenda MPLS dijadwalkan berlangsung ketat pada 14–31 Juli 2026. (Hasan/Razie)


