BANJARMASIN, tilikbanua.com — Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak cepat untuk mengantisipasi kerusakan infrastruktur jalan dan penyeberangan.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menginstruksikan dinas terkait untuk segera mendata dan menginventarisasi seluruh kondisi jembatan berbahan kayu, khususnya kayu ulin, di wilayah Kota Banjarmasin.
Langkah tegas ini diambil menyusul insiden pada Jembatan Saka Harang di Kelurahan Mantuil belum lama tadi.
Peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi dan pelajaran berharga bagi jajaran Pemko Banjarmasin dalam mengawasi kelayakan bangunan publik.
Wali Kota menyampaikan arahan tersebut secara langsung kepada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, khususnya Bidang Pengawasan Bangunan (Wasbang) agar memperketat pengawasan di lapangan.
“Ini menjadi satu pelajaran bagi Pemerintah Kota Banjarmasin. Saya menyampaikan kepada dinas terkait, khususnya Dinas PU dan melalui Dinas Wasbang, pengawasan ini untuk mendata semua kondisi bangunan jembatan yang sudah berumur,” ujar Yamin Jumat (04/09/2026).
Menurutnya, banyak jembatan kayu di Banjarmasin yang telah berdiri puluhan tahun dan membutuhkan penanganan khusus.
”Semua bangunan ini ada yang sudah berusia 20 hingga 30 tahun, ini perlu dicatat. Kalaupun selama ini ada inovasi perbaikan, tolong dipastikan lagi dengan melakukan uji ketahanan. Berapa muatan maksimal yang bisa dilalui,” tegasnya.
Untuk mencegah kerusakan berulang akibat kelalaian tonase kendaraan, Wali Kota meminta adanya langkah preventif yang nyata di lapangan. seperti pemasangan papan informasi (Plang) yang memberikan petunjuk jelas mengenai batas maksimal muatan kendaraan (tonase).
Tak hanya itu, pembatasan fisik berupa Portal/Atap Pembatas) juga direncanakan dilakukan guna kendaraan berukuran besar seperti truk tidak melintas.
Yamin menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama, tanpa mengabaikan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, inventarisasi ini juga merespons banyaknya aduan dari masyarakat terkait kondisi jembatan kayu ulin yang mulai pelapukan atau rusak.
”Banyak sekali keluhan masyarakat yang masuk. Kita sudah sampaikan ke dinas terkait untuk didata kembali mana yang harus diperbaiki atau dirawat, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang,” pungkasnya.
Sementara itu, Kadishub Banjarmasin, Slamet Begjo mengaku telah siap memasang rambu-rambu di beberapa titik di jembatan kayu.
“Kami pasang rambu batas tonase, salah satunya di kawasan AMD, di Alalak yang sempat viral di medsosk. Kemudian di Saka Harang,” ujarnya.
Dirinya pun berharap para sopir angkutan agar lebih bijak memahami rambu, agar tidak melintas jembatan yang telah diberikan informasi rambu. (Rian/Razie)


