BANJARBARU, tilikbanua.com – Penjualan masker dan vitamin di Toko Alat Kesehatan Alifa, Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru, mengalami lonjakan tajam menyusul maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meski permintaan masyarakat melonjak pesat, harga alat pelindung diri tersebut dipastikan tetap stabil tanpa lonjakan harga yang membebani pembeli.
Wulan, salah satu karyawan Toko Alat Kesehatan Alifa, mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan masker mulai terasa signifikan sejak Agustus, yang menjadi periode puncak dampak karhutla.
Sebelum maraknya fenomena karhutla, penjualan masker di toko tempatnya bekerja berada di kisaran 50 kotak per hari untuk akumulasi dua shift operasional.
Saat ini, angka tersebut melambung tinggi hingga menyentuh 300 hingga 400 kotak dalam sekali pembelian. Masker medis biasa menjadi varian yang paling diminati masyarakat karena harganya yang relatif terjangkau.
“Kalau sebelum karhutla mungkin sekitar 50 kotak per hari. Sekarang sudah di 300 sampai 400-an sekali pembelian. Yang paling dicari biasanya masker medis karena harganya lumayan murah,” ujar Wulan, Kamis (10/9/2026).
Di tengah tingginya permintaan pasar, Toko Alat Kesehatan Alifa berkomitmen menekan harga agar tetap terjangkau oleh masyarakat. Ia menegaskan tidak ada penyesuaian harga ke atas, bahkan sebagian produk mengalami penurunan harga.
“Untuk kenaikan harga Alhamdulillah tidak ada, kita malah menurunkan. Mungkin dari produsen ada naik Rp1.000 hingga Rp2.000, cuma dari kita tetap menekan harga agar tetap stabil saat dijual,” lanjut Wulan.
Saat ini, masker jenis medis dijual mulai dari harga Rp25.000 per kotak. Untuk varian duckbill dibanderol sekitar Rp45.000 per kotak, sedangkan jenis masker KN95 yang memiliki filtrasi lebih tebal dipatok seharga Rp50.000 per kotak.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, toko ini juga menyertakan program khusus bagi konsumen yang membeli barang untuk keperluan aksis sosial atau dibagikan kembali. Pembeli berkesempatan mendapatkan bonus tambahan berupa layanan gratis pemeriksaan atau alat cek tekanan darah (tensi).
Selain masker, suplemen daya tahan tubuh seperti vitamin turut diserbu warga dan komunitas relawan. Produk suplemen ini banyak diborong untuk disalurkan kepada para petugas pemadam kebakaran yang berjihad di lapangan melawan asap karhutla.
Tercatat dalam satu hari, penjualan vitamin botolan mampu mencapai 8 botol pada pagi hari saja, sementara produk multivitamin tablet bisa terjual hingga 200 keping atau 300-an item dalam sekali pemesanan.
Terkait ketersediaan barang, pasokan masker maupun suplemen kesehatan dipastikan dalam kondisi aman. Pihak toko langsung melakukan pemesanan ulang ke pihak produsen setiap kali stok mulai menipis sehingga distribusi ke masyarakat tidak terhambat. (Caca/Razie)


