tilikbanua.com
Kabupaten/Kota

Realisasi Investasi Banjarmasin Tembus Rp1,5 Triliun di Triwulan II, DPMPTSP Optimis Lampaui Target

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarmasin optimis target investasi tahunan sebesar Rp3,8 triliun yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bakal terlampaui hingga akhir tahun nanti.

​Kepala DPMPTSP Kota Banjarmasin, Ari Yani menyatakan, hingga triwulan II (TW II), angka realisasi investasi yang masuk ke Kota Banjarmasin sudah menembus lebih dari Rp1,5 triliun.

​”Target dari provinsi sebesar Rp3,8 triliun. Untuk triwulan II ini capaian kita sudah memasuki Rp1,5 triliun sekian. Kami optimis target tersebut minimal dapat terpenuhi, bahkan terlampaui,” ujar Ariyani Jumat (16/10/2026).

​Ariyani menambahkan, optimisme tersebut didasari masih adanya sejumlah laporan kegiatan penanaman modal dari para pelaku usaha yang belum seluruhnya terrekap dalam sistem, meski data pelaporan berkala sudah mulai diinput ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.

​Untuk mengejar target tersebut, DPMPTSP terus melakukan langkah integratif dan aksi “jemput bola” dengan mendatangi langsung para pelaku usaha serta investor, baik di dalam maupun luar daerah.
​
Terkait kondisi cuaca dan fenomena kabut asap yang sempat melanda kawasan Banjarmasin dan sekitarnya, Ariyani memastikan hal itu tidak memberikan dampak signifikan terhadap iklim investasi secara umum.

​”Cuaca tidak berpengaruh terhadap minat investasi. Paling hanya sedikit memengaruhi jam kerja operasional lapangan saja,” jelasnya.

​Di sisi lain, Ariyani mengungkapkan salah satu investasi skala besar yang kini tengah memproses perizinan adalah rencana pengembangan infrastruktur kesehatan oleh Rumah Sakit (RS) Siloam.
​
Setelah sebelumnya beroperasi dengan status sewa lahan selama 10 tahun di kawasan Belitung, pihak manajemen berencana memperpermanen kehadiran fasilitas medis tersebut di titik yang sama.
​
“Rencananya pembangunan baru untuk RS Siloam. Kalau dulu kan sewa 10 tahun, sekarang mereka membeli tanah di lokasi tersebut (Belitung). Bangunan lama rencananya akan diratakan dan dibangun kembali secara permanen. Saat ini sudah masuk tahapan perizinan dan kelengkapan administrasi,” papar Ariyani.

Pembangunan fisik fasilitas medis tersebut diproyeksikan mulai berjalan pada tahun depan.
​
Selain investasi berskala besar, Ariyani menyebutkan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya bisnis kedai kopi (coffee shop) dan kafe, menjadi penyumbang pertumbuhan investasi yang sangat masif di Banjarmasin.

​Kemudahan regulasi dari pemerintah pusat melalui sistem Online Single Submission (OSS) membuat masyarakat semakin mudah membuka usaha, termasuk memanfaatkan rumah tinggal menjadi tempat usaha atau kafe.

​”Sektor kuliner dan kedai kopi saat ini sangat banyak dan berpotensi besar. Regulasi pusat melalui OSS memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berusaha. Untuk skala UMKM ini persyaratan lingkungannya cukup dengan SPPL, tidak serumit investasi skala besar yang memerlukan Amdal atau Amdal Lalu Lintas,” pungkas Ariyani. (Rian/Razie)

Related posts

Pemko Banjarmasin Kejar Target Pengisian Furnitur Rumdin Wakil Wali Kota, Pastikan Sesuai Standar Kedinasan

razie albanjari

Fokus Pemulihan Korban, DP3A Banjarmasin Prioritaskan Pendampingan Psikologis dan Hukum

razie albanjari

​Sekda Banjarmasin Kecewa Masih Ada ASN Terlambat dan Absen Saat Apel di Balai Kota​

razie albanjari

Leave a Comment