tilikbanua.com
Kabupaten/Kota

Guru Honorer di Banjarmasin Meninggal Ditengah Kabut Asap, Dinsos Jamin Pendidikan Anaknya

BANJARMASIN, tilikbanua.com — Lisna (29), seorang guru honorer di SDN Tanjung Pagar 3 Banjarmasin, meninggal dunia setelah mengalami sesak napas yang hebat pada Sabtu (27/9/2026) malam.
​
Perempuan muda tersebut diketahui memiliki riwayat penyakit asma. Kondisi kesehatannya memburuk seiring meningkatnya kepekatan kabut asap yang melanda kawasan tempat tinggalnya dalam beberapa hari terakhir.

​Duka mendalam atas kepergian Almarhumah mengetuk kepedulian Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin. Petugas mendatangi langsung rumah duka yang berlokasi di Jalan Padat Karya, Gang Zamrud 2 RT 55, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara pada Rabu (7/10/2026) sore kemarin.

​Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Eka Rahayu Normasari, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah awal untuk meninjau nasib anak yang ditinggalkan Almarhumah.
​
Diketahui, Lisna meninggalkan seorang anak perempuan berusia lima tahun bernama Hilyah Alma Zuyyina, yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

“Kami melaksanakan kunjungan ke tempat salah satu guru yang meninggal. Panggilan Dinas Sosial sebenarnya fokus pada keberadaan anak Almarhumah yang saat ini membutuhkan perhatian dan bimbingan,” ujar Eka.
​
Ia menambahkan, pihak Dinsos tidak bisa sembarangan melakukan intervensi karena sang anak masih memiliki keluarga dan tidak tergolong anak terlantar. Namun, Dinsos akan berupaya memasukkan anak tersebut ke dalam program bantuan pemerintah.

​”Kami akan melakukan verifikasi ulang, apakah dimungkinkan untuk membantu anak ini masuk ke dalam program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kami coba verifikasi tingkat desil ekonominya, apakah layak menerima bantuan atau tidak. Mudah-mudahan sesuai sehingga bisa mendapatkan bantuan,” jelasnya.
​
Sementara itu, Ketua RT 55 Kelurahan Sungai Andai, Abdullah Hayat, menyambut baik kedatangan Dinsos beserta pihak kecamatan dan kelurahan yang dinilai sangat menguatkan keluarga di tengah masa berduka.

​”Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini untuk membesarkan hati keluarga yang tertimpa musibah. Harapan kami ke depannya, ada dukungan nyata untuk anak Almarhumah,” kata Abdullah.
​
Abdullah menceritakan bahwa saat ini anak Almarhumah tinggal bersama kakek dan neneknya yang bekerja sebagai buruh serabutan dan penjaga masjid.
​
“Kasihan anaknya, sekarang ikut kakek dan neneknya. Kakeknya bekerja serabutan, kadang bertugas di masjid, kadang pertukangan. Oleh karena itu, kami sangat berharap ada uluran tangan dan dukungan untuk masa depan anak ini,” pungkasnya. (Rian/Razie)

Related posts

Siring Balai Kota Banjarmasin Kini Makin Cantik dan Menyala di Malam Hari

razie albanjari

Buntut Aduan Masyarakat, Dua Pengelola Parkir di Banjarbaru Kena Teguran Keras

admin

Upaya Pemko Banjarmasin Tingkatkan Sanitasi: 4 Toilet Umum Baru Siap Dipakai Warga Sungai Baru

razie albanjari

Leave a Comment