tilikbanua.com
Kesehatan

Kabut Asap Karhutla Telan Korban? Dinkes Banjarmasin Jelaskan Bahaya Paparan Asap Bagi Penderita Asma

BANJARMASIN, tilikbanua.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin memberikan tanggapan mengenai kabar meninggalnya seorang guru yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, menjelaskan bahwa kabut asap karhutla pada dasarnya berperan sebagai pemicu (trigger) yang memperparah kondisi penyakit bawaan atau komorbid yang dimiliki seseorang, khususnya penyakit saluran pernapasan seperti asma.
​
“Asap ini memicu keparahan infeksi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Jadi, orang yang rentan itu biasanya memiliki penyakit bawaan terlebih dahulu, seperti asma. Asma sendiri bisa dipicu oleh debu, cuaca dingin, hingga asap. Paparan asap ini yang kemudian memperparah kondisinya,” ujar Yanuar Kamis (8/10/2026).

​Dirinya meluruskan bahwa paparan asap tidak secara langsung menjadi penyebab tunggal, melainkan memperberat penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya.

Fenomena pemicu ini mirip dengan dinamika infeksi pada masa pandemi, di mana faktor komorbid memegang peranan vital terhadap tingkat keparahan pasien.

​Menghadapi ancaman kabut asap, Yanuar mengingatkan masyarakat untuk disiplin melakukan langkah antisipasi mandiri saat beraktivitas di luar rumah.

Partikel halus dalam kabut asap (PM2.5) memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga membutuhkan perlindungan masker yang memadai.

​”Kalau pagi melihat ada kabut asap dan terpaksa keluar rumah, wajib menggunakan masker. Karena partikelnya sangat kecil (PM2.5), penggunaan masker yang tepat sangat penting agar partikel tersebut tertahan dan tidak terhirup ke paru-paru,” jelasnya.

​Sebagai langkah preventif di lingkungan pendidikan, Dinkes Banjarmasin terus mengoptimalkan pemeriksaan kesehatan berkala melalui program Cikagi (Cek Kesehatan Gratis).

Program lintas siklus hidup ini menyasar berbagai kalangan masyarakat, dengan fokus utama pada guru dan anak sekolah melalui kerja sama di setiap Puskesmas.
​
Pemeriksaan Cikagi mencakup pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga pemeriksaan kesehatan gigi dan penyakit lainnya. Jika ditemukan indikasi masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan lanjut, pasien akan langsung dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit.

​Khusus bagi penderita penyakit kronis seperti asma, Yanuar mengimbau agar selalu waspada dan membawa obat-obatan pribadi ke mana pun pergi, mengingat serangan asma dapat kambuh kapan saja jika terpapar pemicu, meskipun riwayat penyakit tersebut sudah lama tidak kambuh.

​”Asma tidak ada batas waktunya, bisa kambuh kembali tergantung pemicunya. Karena penderita sudah tahu penanganannya dari dokter, kami menyarankan agar selalu membawa obat penolong (seperti inhaler) ke mana pun beraktivitas. Ini penting untuk pertolongan pertama guna mencegah kondisi fatal,” pungkas Yanuar. (rian/razie)

Related posts

Dampak Asap Karhutla Tetangga, Kasus ISPA di Banjarmasin Melonjak 37,7 Persen dalam 3 Pekan

razie albanjari

Lonjakan Kasus ISPA di Banjarmasin, Dinkes Imbau Masyarakat Waspadai Asap dan Polusi

razie albanjari

Hindari Risiko ISPA akibat Kabut Asap, Sekolah di Ring 1 Karhutla Banjarbaru Mulai PJJ.

razie albanjari

Leave a Comment