tilikbanua.com
Kabupaten/Kota

Progres Hampir 80 Persen, Jembatan Komplek DPR – Zafri Zam-Zam Ditarget Rampung November

BANJARMASIN, tilikbanua.com — Progres pembangunan jembatan baru di kawasan Komplek DPR di Jl. Bandarmasih Kelurahan Belitung Selatan Kec. Banjarmasin Barat , menuju Jl. Zafri Zam-Zam, menunjukkan perkembangan signifikan.

Hingga pertengahan Oktober ini, pengerjaan fisik jembatan penghubung tersebut telah mencapai hampir 80 persen dan ditargetkan rampung serta dapat dimanfaatkan masyarakat sebelum akhir November mendatang.
​
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Saputra, mengungkapkan bahwa seluruh pekerjaan struktur utama jembatan telah diselesaikan dengan baik oleh tim teknis di lapangan.

​”Per tanggal 22 Oktober ini, progresnya sudah hampir 80 persen. Intinya fondasi dan abutmen sudah terpasang, serta struktur utama bangunan jembatan juga sudah selesai. Saat ini pekerja sedang melakukan pengecoran lantai jembatan, pengerjaan fondasi pagar, serta pembuatan oprit (jalan pendekat),” ujar Chandra saat dikonfirmasi Senin (26/10/2026).

​Ia optimistis proyek ini berjalan sesuai dengan estimasi waktu yang telah ditetapkan.

​”Melihat capaian pekerjaan utama yang sudah selesai, kita meyakini mudah-mudahan sebelum berakhirnya bulan November jembatan ini sudah bisa difungsikan dan dipakai oleh masyarakat pengguna jalan,” tuturnya.

​Berbeda dengan beberapa jembatan lain di Banjarmasin, seperti Jembatan Rawasari yang menggunakan konstruksi beton lengkung girder, jembatan di Komplek DPRD ini dirancang menggunakan tipe Jembatan Lengkung Baja Komposit.

​Penggunaan material baja komposit ini dipilih salah satunya karena efisiensi waktu pengerjaan di lapangan.

​”Bedanya, kalau di Rawasari itu konstruksinya beton, sedangkan jembatan di kawasan DPRD ini bahannya baja komposit. Pengerjaannya jauh lebih cepat karena rangka baja tinggal dirakit saat barang datang. Kalau beton, kita harus menunggu proses settlement (pemadatan dan pengeringan) dan perlakuan khusus lainnya,” jelas Chandra.

​Memperhatikan letak geografis jembatan yang berada dekat dengan persimpangan tiga, Dinas PUPR Banjarmasin juga telah menyiapkan langkah rekayasa fisik untuk menjamin keselamatan serta kenyamanan para pengguna jalan, khususnya pada bagian turunan (oprit).
​
Guna menghindari turunan yang terlalu menukik dan berisiko bagi pengendara saat berbelok, pihak pemko telah melakukan pembebasan lahan di area sekitar.

​”Untuk posisi oprit, pertama yang berada di arah Komplek DPRD, kita sudah membebaskan satu persil lahan. Pembebasan ini dilakukan agar pendaratan atau turunan jembatan menjadi lebih landai dan nyaman bagi pengendara,” terang Kadis PUPR.
​
Langkah serupa juga diterapkan pada sisi arah Jalan Zafri Zam-Zam. Sisi tersebut akan dibuat landai menyerupai kontur jembatan di sebelah kanan.

​”Dengan penyesuaian kelandaian di kedua sisi oprit ini, masyarakat dipastikan dapat melintas dengan aman dan nyaman, baik saat naik maupun turun dari jembatan,” tutupnya. (Rian/Razie)

Related posts

Kawasan Pasar Pagi Jl. RE Martadinata Membludak, Dishub Banjarmasin Akui Kekurangan Personel Akibat Fokus CFD​

razie albanjari

Soroti Area Kumuh hingga Kebersihan, Wawali Banjarmasin Minta Fasilitas Pasar Sentra Antasari Ditingkatkan.

razie albanjari

Kedapatan Titip Absen, Sejumlah ASN Pemko Banjarmasin Terancam Sanksi

razie albanjari

Leave a Comment