tilikbanua.com
Berita Utama

BPBD Sebut Titik Api Karhutla Drastis Berkurang Usai Hujan, Warga Rasakan Udara Bersih

BANJARBARU, tilikbanua.com – Setelah berminggu-minggu harus berdamai dengan pekatnya polusi akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), langit yang kembali bersih kini bisa dirasakan langsung di jalanan.

Bagi para pekerja luar ruang, perubahan kualitas udara ini menjadi momen yang paling dirindukan.

Sandra, seorang petugas kebersihan di kawasan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, menuturkan perbedaan drastis kondisi udara sebelum dan sesudah hujan turun.

Jika sebelumnya ia harus siaga mengenakan masker sepanjang hari untuk menyaring kabut asap yang menyesakkan, kini ia bisa bernapas dengan jauh lebih lega.

“Sekarang sudah kurang ya, asap enggak kayak kemarin. Kalau yang kemarin kan agak tebal kabutnya,” ujar Sandra.

“Hari ini segar, enak, jadi maskernya bisa dilepas. Kalau kemarin-kemarin dipasang terus,” tambahnya dengan nada syukur.

Napas lega yang dirasakan warga sejalan dengan evaluasi penanganan bencana di tingkat daerah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengungkapkan rasa syukurnya atas anugerah hujan yang turun tepat di tengah upaya modifikasi cuaca yang sedang digencarkan pemerintah.

“Kemarin alhamdulillah terjadi hujan, memang kemarin siang dilakukan OMC dan Alhamdulillah atas izin Allah, hujan turun di beberapa wilayah di Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan ini bisa mempercepat penanggulangan karhutla yang terjadi di Kalimantan Selatan,” ungkap Ronny, Senin (26/10/2026).

Ronny memaparkan, pelaksanaan OMC saat ini tengah berada di tahap keempat yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 10 hingga 30 Oktober 2026.

Berdasarkan pantauan meteorologi, potensi pertumbuhan awan hujan diprediksi masih menaungi wilayah Kalsel selama tiga hari berturut-turut, meliputi hari kemarin, hari ini, hingga esok hari.

Kendati demikian, pihak BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat ancaman karhutla belum sepenuhnya usai. Berdasarkan data per 25 Oktober 2026, total akumulasi luasan lahan yang terbakar di Kalsel telah mencapai 28.775 hektare, dengan tambahan sekitar 10 hektare lahan yang sempat terbakar pada hari itu.

Meski sisa-sisa asap tipis masih terpantau di beberapa titik, Ronny memastikan bahwa guyuran hujan kemarin menjadi faktor penunjang utama yang drastis memangkas jumlah titik api.

Di samping itu, tim satgas darat juga tetap siaga melanjutkan operasi pemadaman dan pembasahan secara berkala.

“Cuma alhamdulillah mungkin dengan hujan kemarin sudah sangat berkurang titik api yang terbakar. Memang asap masih ada, kami harapkan OMC beberapa hari terakhir bisa mengurangi dampak asap. Selain itu, operasi pemadaman dan pembasahan juga masih terus berjalan,” tutupnya. (Caca/Razie)

Related posts

Kabut Karhutla Mengintai, Kasus Ispa di Banjarbaru Merangkak

razie albanjari

Kabut Asap Makin Pekat, Pemuda Batola dan IKA IBFL Bagikan Masker serta Vitamin ke Warga

razie albanjari

Luas Karhutla Kalsel Tembus 27 Ribu Hektare, Status Siaga Provinsi Dievaluasi

razie albanjari

Leave a Comment