BARITO KUALA, tilikbanua.com — Kepungan kabut asap yang semakin pekat di sejumlah wilayah Kabupaten Barito Kuala mendorong kepedulian pemuda dan alumni penerima beasiswa untuk turun langsung membantu masyarakat.
Pada Minggu (20/9/2026), Ikatan Keluarga Alumni Indonesia Bright Future Leader (IKA IBFL) berkolaborasi dengan pemuda setempat menggelar aksi sosial dengan membagikan 100 paket masker dan suplemen kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.
Aksi tersebut dipusatkan di Jalan Trans Kalimantan Kilometer 25, Kabupaten Barito Kuala. Sasaran pembagian bantuan meliputi pengguna jalan serta warga yang berada di sekitar lokasi.
Sebanyak 100 paket bantuan yang dibagikan terdiri dari masker KN94, masker anak, minuman sereal Energen, dan vitamin You C100.
Perwakilan pengurus IKA IBFL, Arif Rahman mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni penerima beasiswa terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Kegiatan ini dilakukan sebagai tanda kepedulian Alumni Beasiswa Adaro (IBFL) terhadap sesama dan menumbuhkan rasa tolong-menolong terhadap kabut asap yang tengah menjadi isu nasional,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan program lingkungan EcoPoint School: SMART. Sebanyak 10 pemuda dari SMA Negeri 1 Mekarsari dan SMA Negeri 1 Anjir Pasar turut turun langsung membagikan bantuan kepada pengguna jalan.
Bendahara program, Muhammad Hidayat mengatakan, keterlibatan para pelajar diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosial tersebut, tetapi menjadi awal terbentuknya jejaring kepedulian antarpemuda.
“Kolaborasi ini dilakukan bukan sekadar mengumpulkan kepala, tapi membentuk ekosistem baru agar bisa saling membantu jika nantinya ada hal yang perlu dicari solusi,” terangnya.
Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang warga, Nisfi, mengaku bangga melihat keterlibatan generasi muda dalam membantu masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Kami bangga malihat kanakan wahini masih ada nang paduli, manyawatakan mambagi masker lawan vitamin di jalan kaini. Harapannya nang kakaini bisa jadi contoh atau dililik pihak pemerintah khusus pejabat terdekat kita agar bisa ikut andil mangurangi korban sesak napas atau sejenisnya,” tuturnya.
Menurut Nisfi, kepedulian seperti yang dilakukan para pemuda tersebut penting di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap.
Apresiasi serupa disampaikan Ino, pengguna jalan asal Kota Kapuas. Ia mengaku merasakan langsung dampak kabut asap ketika melintas di wilayah Barito Kuala.
“Kabut makin hari makin parah, jarak pandang bakurang, awak lakas banar drop. Makasih banyak nak lah, masker lawan vitaminnya,” ucapnya.
Aksi tersebut menjadi bentuk gotong royong antara alumni penerima beasiswa, pelajar, dan pemuda lokal dalam merespons kondisi kabut asap yang berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Selain membantu masyarakat mendapatkan perlindungan dasar berupa masker dan suplemen, kegiatan itu juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan di tengah kondisi lingkungan yang sedang dihadapi masyarakat Barito Kuala. (Sahid/Razie)


