tilikbanua.com
Budaya & Pariwisata

Kunjungi Museum Banjarmasin, Duta Besar Belanda Antusias Amati Meriam dan Benda Bersejarah

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Kunjungan diplomatik Duta Besar Belanda ke Kota Banjarmasin belum lama tadi diwarnai ketertarikan mendalam terhadap jejak sejarah kolonial.

Pihak Kedutaan Belanda menunjukkan antusiasme tinggi saat mengamati berbagai koleksi bersejarah, terutama meriam tua dan dokumentasi perjuangan rakyat di Museum Kota Banjarmasin.
​
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengungkapkan bahwa sang diplomat sangat tertarik dengan bukti-bukti histori yang tersimpan rapi di museum.
​
“Duta Besar Belanda sangat tertarik dengan koleksi meriam serta informasi sejarah mengenai keberadaan Belanda dan perlawanan rakyat Banjarmasin di masa lalu,” ujar Sabil, Selasa (27/10/2026).

​Tak hanya benda koleksi museum, perhatian pihak Belanda juga tersedot pada riwayat infrastruktur bersejarah kota, seperti Jembatan Pasar Lama yang pada era lampau memiliki mekanisme buka-tutup.

Nilai historis dan potensi kebudayaan ini dinilai menjadi jembatan emosional yang kuat antara kedua belah pihak.
​
Sabil menilai, sebagai salah satu kota tertua yang kaya akan rekam jejak sejarah, Banjarmasin memiliki modal besar untuk mempererat hubungan bilateral dengan Belanda, khususnya di sektor pariwisata, museum, dan pelestarian warisan budaya.

​Di samping agenda wisata sejarah dan susur sungai untuk memperkenalkan pesona kota, pertemuan antara Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin dan Duta Besar Belanda ini juga dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kerja sama di bidang tata air.

​Mengingat Belanda berpengalaman dalam mengelola wilayah di bawah permukaan laut, kondisi yang mirip dengan geografi Banjarmasin, Pemko Banjarmasin berharap dapat mengadopsi ilmu pengelolaan kanal dan sistem pengairan guna membenahi persoalan banjir.
​
Pihak Belanda menyambut positif perbincangan awal tersebut dan berencana membawanya ke tim teknis internal untuk dikaji lebih lanjut.

Kendati demikian, fokus utama penjelajahan Duta Besar Belanda dalam kunjungan ini tetap tertuju pada kekayaan sejarah serta potensi warisan budaya Kota Banjarmasin. (Rian/Razie)

Related posts

Lantunan Salawat Menggema, 500 Ayunan Meriahkan Tradisi Baayun Maulid di Masjid Sultan Suriansyah

razie albanjari

Kalsel Perkuat Barisan Hadapi Karhutla: Banjarbaru Maksimalkan Dana Rp15 Miliar, Pemprov Tuntut Peran Swasta

razie albanjari

Gusti Alam Puan Syabina Dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Kalsel 2026

razie albanjari

Leave a Comment