BANJARBARU, tilikbanua.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus digenjot melalui kolaborasi erat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga sektor swasta.
Di tengah ancaman kemarau panjang yang masih membayagingi, Gubernur Kalsel Muhidin memastikan ketersediaan logistik dan anggaran bagi daerah yang membutuhkan.
Gubernur Muhidin mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota untuk meningkatkan kesiagaan siang dan malam.
Terkait dukungan anggaran penanganan karhutla dari Presiden RI, ia merinci bahwa bantuan tersebut disalurkan ke 11 kabupaten/kota ditambah satu alokasi untuk tingkat provinsi, sehingga totalnya mencakup 12 entitas.
Kendati demikian, terdapat dua daerah yakni Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar yang tidak menerima alokasi dana bantuan langsung tersebut, sehingga mendapatkan perhatian khusus dari pemprov.
Muhidin memastikan pemerintah provinsi siap turun tangan menyuplai segala kebutuhan di lapangan jika anggaran darurat di kabupaten/kota mulai menipis.
“Kita menginstruksikan semua kabupaten atau bupati Nah, kalau dana yang diberikan oleh Pak Presiden di sini itu habis, tolong nanti beritahu Pak Gubernur, jadi Gubernur bisa menyuplai apa kebutuhannya,” ujar Muhidin.
Ia mencontohkan respons cepat yang telah dilakukan saat Kabupaten Barito Kuala (Marabahan) mengalami kekurangan pasokan bahan bakar, di mana pemprov langsung bergerak cepat mengirimkan bantuan solar.
Selain mengandalkan anggaran pemerintah, Gubernur Muhidin juga menuntut komitmen dari korporasi dan perusahaan swasta yang beroperasi di Banua untuk ikut ambil bagian.
Tercatat sudah ada empat perusahaan yang siap mengalirkan dana CSR guna mendukung operasional para relawan di lapangan.
“Jadi nanti kita mencarikan seperti adik-adik relawan ini nanti dibina oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Kalimantan Selatan. Nah, jadi ini kami tuntut kepada perusahaan ini untuk membantu memadamkan api yang ada di Kalsel, baik itu di daerah ring satu maupun di kabupaten-kabupaten yang lainnya,” tegasnya.
Di tingkat daerah, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menyatakan bahwa jajarannya terus berada dalam status siaga penuh untuk mengantisipasi meluasnya titik api, khususnya di wilayah yang mendekati kawasan strategis dan permukiman warga.
Pihaknya menggerakkan seluruh potensi daerah dengan menggandeng jajaran TNI, Polri, serta partisipasi aktif dari para relawan untuk memperketat pengawasan dan pemadaman darat.
Wali Kota Lisa kuga menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan anggaran dan bantuan yang telah digelontorkan untuk Kota Banjarbaru.
Ia memastikan dana tersebut akan dikelola secara transparan dan tepat sasaran guna memperkuat infrastruktur serta operasional tim pemadam di lapangan.
“Untuk saat ini Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menangani kebakaran hutan dan lahan tentunya kita tetap waspada ya. Kita mendorong semua, melibatkan TNI, Polri, relawan, semua kita libatkan untuk tetap waspada dalam penanganan karhutla tadi,” ungkap Lisa Halaby.
“Dan Pemerintah Kota Banjarbaru pun juga mengucapkan terima kasih atas pemberian bantuannya terhadap Kota Banjarbaru. Dana tersebut kita maksimalkan supaya tepat sasaran penggunaannya, kurang lebih Rp15 miliar,” tutupnya.
Melalui sinergi pendanaan pusat, sokongan logistik provinsi, komitmen korporasi swasta, serta kesigapan pemerintah kota dan relawan di garis depan, penanganan karhutla di Kalsel diharapkan mampu menekan potensi ancaman lahan gambut hingga musim hujan tiba secara merata. (Caca/Razie)


