BANJARBARU, tilikbanua.com – Menjaga benteng penerbangan dari ancaman kabut asap membutuhkan fisik dan strategi ekstra.
Tim gabungan di Kalimantan Selatan menerapkan skema kerja maraton hingga 12 jam sehari demi memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan Guntung Damar Jalan Bandara Baru, Kecamatan Landasan Ulin, Jumat (18/9/2026).
Menindaklanjuti arahan Gubernur Kalsel, ratusan personel dari jajaran TNI, Polri, BPBD, hingga instansi Pemprov bersiaga penuh dengan membagi jam kerja yang ketat di lapangan.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan, sinergi lintas instansi ini diterjunkan langsung untuk memadamkan titik api yang mengancam area prioritas ring satu.
“Jadi hari ini kita bersama-sama dengan Pemprov dari Korem, Lanud, dan Lanal. Hari ini, kemarin sesuai dengan hasil rapat koordinasi yang kemarin, kita bagi tugas dengan Pemprov, Korem, Lanud, dan Lanal beliau-beliau ini bergabung di ujung. Kita sebagian dapat lahan di sini kurang lebih 2 hektare lebih,” ujar Irjen Pol Rosyanto Yudha di lokasi pemadaman.
Ia menjelaskan bahwa sebelum eksekusi pemadaman dilakukan di lapangan, tim sudah bergerak cepat melakukan pemetaan digital pada malam sebelumnya.
“Dan kita mencoba menggunakan aplikasi sudah kita petakan, malamnya sebelumnya kita petakan, titik-titik apinya, kemudian kita bagi tugas anggota di lapangan. Pagi ini kita aplikasikan dengan menggunakan cairan surfaktan yang kita miliki. Alhamdulillah dari jam 9 tadi kita kerja, ini kurang lebih 1 jam setengah, ini lokasi yang menjadi target kita sudah banyak yang padam, ini hampir 90 persen padam,” jelasnya.
Yudha menambahkan, fokus utama penanganan saat ini disentralkan pada lokasi rawan di sekitar objek vital nasional.
“Kita fokuskan dulu di ring satu bandara ini, di Guntung Damar, kemudian di Hutan Lindung. Ini kita fokuskan semua di sini. Kemudian malam harinya, kami bersama BPBD, Polda dan BPBD akan melaksanakan patroli bersama sampai selanjutnya untuk menjaga lahan yang sudah kita padamkan dan menjaga juga lahan yang belum terbakar. Jangan sampai ada orang yang membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.
Sementara itu, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus membeberkan pola kerja terstruktur dan penyiagaan pasokan air yang diterapkan para personel siaga selama satu minggu ke depan
“Termasuk di daerah Guntung Damar ini sudah kita gelar untuk membantu menampung air melalui bioflok. Jadi kan dari air ini kita inikan ke titik kabut asap. Kapasitasnya 24.000 liter jadi besar dia. Dan ini knockdown. Bila nanti kita berpindah tempat, nanti bisa dibongkar dan dipasang lagi di tempat yang baru,” terang Ilham.
Guna memastikan penanganan berjalan optimal, skema waktu pemadaman disusun bergiliran dari pagi hingga malam hari.
“Jadi prioritas untuk Guntung Damar hari ini, kita coba selama satu minggu personel siaga. Sistem kerja kita, kita mulai kerja dari jam 8 sampai dengan jam 11, istirahat, setelah itu sore jam 3 sampai dengan jam 6 malam. Dan malamnya kita lanjutkan dengan patroli,” ungkapnya.
Mengenai pergerakan pasukan berikutnya, Danrem menyebut evaluasi wilayah akan terus dilakukan secara berkala. (Caca/Razie)


