tilikbanua.com
Berita Utama

​Antrean Truk Mengular Hingga 2 Lapis, Dishub Banjarmasin Tingkatkan Patroli dan Penertiban

BANJARMASIN, tilikbanua.com — Fenomena antrean truk yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banjarmasin makin mengkhawatirkan.

Tak hanya panjang, antrean kendaraan besar ini kerap menumpuk hingga dua lapis di kiri dan kanan jalan, yang memicu kemacetan parah serta mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

​Menanggapi keluhan masyarakat yang kian meluas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin mengambil langkah tegas dengan meningkatkan intensitas patroli dan pengawasan langsung di lapangan.

​Kasi Wasdal Jalan Dishub Banjarmasin, Umar, mengungkapkan bahwa penyebab utama penyumbatan lalu lintas adalah perilaku pengemudi yang memarkirkan kendaraannya hingga berlapis-lapis di badan jalan.

​”Truk-truk itu penyebab dasarnya. Kalau antreannya sudah dua lapis di kiri dan kanan, ya sudah pasti menyebabkan penyumbatan jalan dan gangguan lalu lintas,” ujar Umar dikonfirmasi Kamis (15/10/2026).

​Ia menambahkan, dampak dari antrean ini pernah memicu kemacetan hingga sepanjang 2 kilometer. Kondisi diperparah jika antrean menutup akses putar balik (U-turn).

​”Kemarin saja panjang kemacetan sempat sampai 2 kilometer, karena di lokasi ada U-turn. Kalau U-turn itu sudah terhambat, arus putar baliknya mengunci dan dampaknya sangat besar ke kelancaran jalan,” terangnya.

​Mengenai fenomena antrean dua lapis tersebut, Umar menjelaskan bahwa hal itu umumnya muncul dari inisiasi para sopir yang saling mendahului agar mendapat giliran lebih cepat.

Di samping itu, terindikasi ada pihak tertentu yang mengarahkan parkir di lokasi.

​”Sebenarnya itu biasanya inisiasi dari sopir sendiri karena ingin antri cepat-cepatan. Di lapangan memang ada yang mengatur, cuma kita tidak tahu yang mengatur ini dari pihak mana. Tapi saat kami konfirmasi ke pihak SPBU, mereka mengaku sudah bekerja sama dengan Polsek setempat untuk pengamanan di sekitar lokasi,” jelas Umar.

​Berdasarkan pemetaan dan aduan masyarakat, terdapat tiga titik SPBU di Banjarmasin yang tingkat kemacetannya paling krusial. Yakni SPBU 06 di Jalan Gubernur Subarjo, Banjarmasin Selatan, ​SPBU Jalan A. Yani Km 6, Banjaaskn Timur (antrean meluap hingga ke kawasan Beruntung Jaya), dan ​SPBU Banua Anyar, Banjarmasin Timur.

​Guna mengatasi kemacetan di titik-titik rawan tersebut, Dishub Banjarmasin telah menyiagakan personel saban hari hingga malam hari.

​”Kami tiap hari dan tiap malam menurunkan personel. Sifatnya situasional, kadang sampai 10 orang seperti tadi malam. Personel kami sebar untuk mengelilingi beberapa SPBU di Banjarmasin,” kata Umar.

​Untuk langkah konkret terdekat, Dishub berfokus merapikan barisan antrean agar tidak lagi memakan badan jalan secara berlebihan.

​”Kalau kami turun penertiban ke sana, kami berusaha semaksimal mungkin mengurai antrean yang tadinya dua lapis kiri-kanan menjadi satu lapis saja. Yang pasti, kita hindari adanya truk yang parkir memakan badan jalan,” tegasnya.

​Selain penertiban di lapangan, Dishub Banjarmasin juga terus berkoordinasi secara intensif dengan pengelola SPBU guna membenahi sistem manajemen antrean bahan bakar agar tidak merugikan pengguna jalan lainnya. (Rian/Razie)

Related posts

Sambut Hari Anak Nasional ke-42, Pemko Banjarmasin Terbitkan Surat Edaran Khusus

razie albanjari

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Telusuri Dugaan Pelecahan Oknum Guru SDN Teluk Dalam 3

razie albanjari

Tertibkan KTL, Dishub Banjarmasin Incar Jukir Liar di Hasanuddin HM hingga Kayu Tangi

razie albanjari

Leave a Comment