tilikbanua.com
Berita Utama

Dinkes Banjarbaru Catat 4.595 Kasus ISPA Sepanjang September, Fasilitas Kesehatan Disiagakan

BANJARBARU, tilikbanua.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru mencatat sebanyak 4.595 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melanda warga sepanjang bulan September 2026.

Lonjakan kasus ini erat kaitannya dengan memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Banjarbaru, dr. Siti Ningsih, mengungkapkan bahwa pemantauan kasus ini terus berjalan ketat, salah satunya tercatat hingga minggu ke-40 yang mencakup periode 4 sampai 10 Oktober 2026.

“Untuk data kasus selama bulan Oktober secara keseluruhan baru akan direkapitulasi dan diumumkan pada awal November mendatang,” ujar dr. Siti Ningsih saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat berjalan optimal di tengah musim kabut asap.

“Fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit sudah kami instruksikan untuk siaga penuh mengantisipasi lonjakan kasus ISPA, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” tegasnya.

Berdasarkan data laporan New All Record (NAR) yang dihimpun dari 10 puskesmas dan 9 rumah sakit di Kota Banjarbaru, total kumulatif kasus ISPA sejak Januari hingga pekan ke-40 tahun 2026 telah mencapai 32.182 kasus.

Dinkes Banjarbaru menaruh perhatian serius terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit kronis atau komorbid (seperti asma dan penyakit jantung).

Kondisi saluran pernapasan dan sistem imun anak yang belum berkembang sempurna membuat mereka jauh lebih rentan terhadap partikel polusi udara berbahaya.

Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Kota Banjarbaru telah menyiagakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), termasuk 10 puskesmas, 9 rumah sakit, dan 54 klinik pratama.

Selain itu, posko khusus karhutla, 15 titik layanan Rumah Oksigen, serta layanan darurat Public Safety Center (PSC) 119 yang terintegrasi melalui nomor 112 disiagakan penuh selama 24 jam.

Ia mengimbau masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan lingkungan, yakni mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap pekat, rutin mengenakan masker medis atau N95 saat beraktivitas di luar rumah, serta memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh. (Caca/Razie)

Related posts

Terdesak Kebutuhan BBM Saat Padamkan Karhutla, Aksi Sosial Thrifting Sepatu Bantu Relawan Banjarbaru

razie albanjari

Nahkoda Baru BKOW Kalsel, Ellyana Trisya Siap Satukan 42 Organisasi Perempuan dan Perkuat Pemberdayaan Hingga Lansia

razie albanjari

Terapkan Teknik Hoist, Satu Lagi Kantong Jenazah Korban KM Virgo Diterbangkan Heli Basarnas

razie albanjari

Leave a Comment