tilikbanua.com
Berita Utama

Karhutla Kalsel Capai 27 Ribu Hektare: BPBD Tegaskan “Senjata Utama” Pemadaman Ada di Tangan Hujan

BANJARBARU, tilikbanua.com – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus berpacu dengan waktu.

Hingga Kamis (15/10/2026), akumulasi luas lahan terdampak tercatat mencapai sekitar 27 ribu hektare. Di tengah sisa 15 titik hotspot dan 41,7 hektare lahan yang masih terpantau berapi, pemerintah menegaskan bahwa intervensi cuaca lewat hujan buatan adalah kunci penentu paling efektif.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengungkapkan bahwa seberapa masif pun upaya darat dan udara yang dikerahkan, faktor alam tetap memegang peranan krusial.

“Karhutla ini emang yang paling efektif dalam penanggulangan adalah hujan. Tetap, walaupun upaya apapun yang dilakukan, senjata utama yang paling bisa memadamkan karhutla adalah hujan,” ujar Ronny, Kamis (15/10/2026).

Demi menghadirkan “senjata utama” tersebut di langit Kalsel, pemerintah mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap keempat yang berlangsung sejak 10 hingga 16 Oktober 2026. Operasi ini digenjot untuk memaksimalkan potensi awan hujan yang ada.

Kendati demikian, tantangan geografis dan dinamika atmosfer membuat sebarannya belum merata.

Berdasarkan pantauan, guyuran hujan hasil modifikasi cuaca sejauh ini baru terkonsentrasi di wilayah utara Kalsel, meliputi Kabupaten Tabalong, Balangan, serta sebagian Amuntai, sementara wilayah tengah dan selatan masih menantikan giliran.

Ronny juga meluruskan persepsi publik terkait angka 27 ribu hektare lahan terdampak. Angka tersebut merupakan akumulasi total sejak awal periode penanganan, bukan berarti seluruh hamparan tanah tersebut masih menyala secara bersamaan.

“Yang terdampak tapi bukan berarti 27 ribu hektare itu semuanya berapi, enggak. Tapi kalau yang masih berapi, sesuai hasil pantauan udara, adalah 41,7 hektare,” tegasnya.

Selain fokus pada langit, penanganan di darat juga disesuaikan dengan karakteristik medan. Salah satu wilayah yang mendapat perhatian intensif adalah kawasan timur Kabupaten Banjar, tepatnya di Pamaton dan Belangian, menyusul kemunculan titik api baru.

Meski demikian, petugas sedikit bernapas lega karena struktur tanah di kawasan tersebut didominasi lahan mineral. Hal ini membuat efektivitas pemadaman udara (water bombing) jauh lebih tinggi, hanya memerlukan satu hingga dua kali penjatuhan air untuk melumpuhkan api.

BPBD Kalsel memastikan koordinasi lintas daerah terus diperketat, dengan penyaluran logistik dan perlengkapan yang disesuaikan dengan kapasitas anggaran, sembari terus memanjatkan harapan agar awan hujan segera merata untuk memadamkan sisa titik api secara tuntas. (Caca/Razie)

Related posts

BNPB Kembali Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalsel Tangani Karhutla di Tanah Gambut

razie albanjari

Berjibaku Berjam-jam Amankan Pemukiman, Seorang Relawan Karhutla Terluka Semburan Api

razie albanjari

Atasi Kabel Semrawut, Pemko Banjarmasin Mulai Terapkan Tiang Bersama

razie albanjari

Leave a Comment