tilikbanua.com
Berita Utama

Keterbatasan Akses Jalan Untuk Tim Pemadam, Karhutla Nyaris Hanguskan Rumah Warga Guntung Manggis

BANJARBARU, tilikbanua.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung tiga titik di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Minggu (27/9/2026).

Namun akses jalan menuju titik awal kebakaran membuat petugas dan relawan terpaksa bersiaga di kawasan pemukiman sembari menunggu pergerakan api mendekat.

Minimnya akses tersebut diungkapkan oleh Fathul, warga Komplek Mahkota Kebun Manggis RT 24 RW 03. Menurutnya, kemunculan titik api sebenarnya sudah terdeteksi sejak pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA di area vegetasi bagian dalam.

“Awalnya cuma satu titik di dalam, jaraknya sekitar 100 meter. Tapi karena angin kencang dan cuaca sangat panas, api cepat sekali menyambar,” kata Fathul saat diwawancarai.

Petugas dari BPBD dan Damkar Kota Banjarbaru sebenarnya telah berada di lokasi sejak awal laporan. Namun, karena kendaraan armada tidak dapat menembus rimbunnya lahan tanpa jalur perintisan, tim gabungan terpaksa bersiaga di batas luar pemukiman

“Karena tidak ada akses jalan, tim pemadam dari BPBD dan Damkar standby di dekat pemukiman. Begitu api makin mendekat, baru bisa langsung dilakukan pemadaman,” jelasnya.

Imbas keterlambatan jangkauan akibat kendala medan tersebut, kobaran api sempat merayap hingga jarak kritis, hanya sekitar tiga meter dari deretan rumah warga.

Bahkan, terbangan bara api sempat memercik dan menyalakan sebagian atap rumah salah satu warga komplek. Beruntung, siaga cepat petugas di lokasi berhasil memadamkan percikan tersebut sebelum meluas.

Sementara itu Lurah Guntung Manggis, Rajianoor Yahya, membenarkan bahwa ancaman karhutla hari ini melanda tiga wilayah Rukun Tetangga sekaligus, yaitu RT 19, RT 24, dan RT 6, dengan luasan yang mencakup kawasan pertanian dan vegetasi di sekitar tempat tinggal warga.

“Info yang kami dapatkan, api membakar sejak pukul 13.30 WITA, terjadi di tiga RT. Lahan yang terbakar meliputi area pertanian dan sempat mendekat ke pemukiman warga, jaraknya sangat dekat hanya sekitar tiga meter,” terang Rajianoor Yahya di lokasi.

Penanganan terpadu yang melibatkan BPBD, Damkar, TNI, Polri, serta barisan relawan dari berbagai wilayah akhirnya berhasil melokalisasi pergerakan api setelah bekerja keras selama lebih dari tiga jam.

“Alhamdulillah, sekitar pukul 16.53 WITA api di seluruh titik sudah berhasil ditanggulangi dengan baik,” ungkap Lurah.

Melihat fakta di lapangan mengenai sulitnya jangkauan armada pemadam menuju titik api, Rajianoor mengimbau masyarakat untuk berperan aktif mempermudah pergerakan petugas dan relawan di pemukiman.

“Kami memohon kerja sama seluruh warga masyarakat agar memberikan kemudahan akses jalan bagi para relawan dan armada pemadam saat beroperasi di lapangan. Selain itu, tetap waspada dan segera melapor jika melihat kemunculan titik api baru,” tegasnya. (Caca/Razie)

Related posts

Proses Identifikasi Terkendala Waktu, Tim DVI Polda Kalsel Andalkan Tes DNA Korban Kapal Virgo

razie albanjari

Kehangatan di Balik Jeruji: Senyum dan Kuis Berhadiah Warnai Peringatan Maulid Nabi Warga Binaan Lapas Banjarmasin

razie albanjari

Pemadaman Bergilir di Kalsel-Kalteng, PLN Ungkap Penyebab dan Potensi Kompensasi Bagi Pelanggan

admin

Leave a Comment