tilikbanua.com
Berita Utama

Sebut Operator Tak Jujur, Keluarga Korban KM Virgo Transport 8 Surati Presiden Prabowo

BANJARMASIN, tilikbanua.com – Memasuki hari ke-20 pascamusibah yang menimpa KM Virgo Transport 8, pihak keluarga korban menyampaikan desakan keras kepada pemerintah pusat dan manajemen operator kapal.

Mereka meminta langkah konkret serta kepastian terkait proses pengangkatan bangkai kapal dan pencarian para korban yang hingga kini belum ditemukan.
​
Perwakilan keluarga korban, Karina, menyampaikan keprihatinannya atas lambatnya penanganan di lapangan. Pihaknya memohon atensi langsung dari Presiden serta instansi terkait untuk mengawal proses evakuasi dan kejelasan tanggung jawab dari pihak asuransi P&I.
​
“Kami di sini selaku keluarga korban, kami memohon kepada Bapak Presiden, Pemerintah Pusat untuk mengatasi kepada operator kapal Virgo dan pihak asuransi P&I untuk segera evakuasi kapal karena mengingat ini sudah hari ke-19,” ujar Karina pada Kamis (1/10/2026) kemarin.

​Karina menilai pihak operator kapal tidak jujur terkait kesiapan sarana penunjang evakuasi saat pertemuan awal mediasi.
​
“Saat mediasi pertama, kami dibohongi oleh perwakilan Operator Virgo bahwa peralatan sudah disiapkan. Namun sampai hari ini, kami belum melihat sesuai dengan fakta di lapangan adanya alat-alat tersebut untuk evakuasi badan kapal,” ungkapnya.

​Ia menambahkan, keterbatasan akses geografis yang dialami tim penolong di perairan Kalimantan Tengah seharusnya didukung penuh oleh armada tambahan dari pihak perusahaan.

​”Kami mendengar dari Basarnas, keterbatasan mengakses lokasi wilayah pesisir Kalimantan Tengah atau daerah terpencil lainnya. Untuk itu, kami meminta pihak operator kapal Virgo terlibat dalam pencarian keluarga kami, seperti menambah fasilitas kapal, relawan yang bisa membantu Basarnas di sana,” lanjut Karina.

​Ketidakpastian batas waktu evakuasi juga menjadi kekhawatiran mendalam bagi para keluarga yang terus menunggu kepastian nasib anggotanya.
​
“Kami juga meminta kepastian kapan kapal diangkat. Kalau mengacu ke undang-undang 180 hari maksimal, bagaimana nasib keluarga kami? Sedangkan sampai hari ke-19 ini, korban sudah sulit untuk dikenali. Kami memohon pemilik atau owner turun langsung menemui kami secara gentle dan bisa mengambil keputusan karena masih banyak pertanyaan kami yang harus dijawab dengan tepat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Karina.
​
Rasa duka dan harapan senada diutarakan oleh Siti Aisyah, ibu dari Taufik juru mudi KM Virgo Transport 8 yang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Siti Aisyah secara khusus menyampaikan permohonannya kepada Presiden Prabowo agar memberikan perhatian penuh pada proses pengangkatan bangkai kapal.

​”Presiden Prabowo, agar lebih diperhatikan untuk pengangkatan kapal, agar kami, keluarga korban, bisa mendapatkan keluarga kami secara cepat dan tidak berlalu lama, apalagi kami di sini sudah masuk ke hari 19. Mohon Pak untuk kami diperhatikan karena ini juga supaya hal-hal kedepannya nanti tidak terjadi kepada yang lain,” tutur Siti Aisyah.
​
Siti Aisyah menyayangkan lambatnya pengerahan sumber daya sejak awal kejadian, yang berdampak pada kondisi para korban saat ditemukan.

​”Jadi kami keluarga korban jangan biarkan menunggu seperti ini begitu lama. Karena harusnya dalam 3 hari sebenarnya sudah harus bisa diturunkan segala upaya untuk menolong korban supaya cepat terevakuasi. Mengingat sekarang jenazah itu tidak bisa diidentifikasi mungkin oleh para forensik karena sudah rusaknya jenazah-jenazah. Jadi mohon kepada Bapak Presiden, Pemerintah untuk turut tangan menangani masalah itu,” pungkasnya. (Rian/Razie)

Related posts

Hadapi Krisis Air, PAM Bandarmasih Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Jangka Panjang.

razie albanjari

Tiga Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Tiba di RS Bhayangkara Banjarmasin, Identifikasi DVI Polda Kalsel Dimulai

razie albanjari

Gunakan Bahu Jalan untuk Berjualan, Pedagang Buah Musiman di Banjarmasin Jadi Atensi Satpol PP

razie albanjari

Leave a Comment