BANJARMASIN, tilikbanua.com – Semangat inovasi dan jiwa kewirausahaan para pemuda Kalimantan Selatan (Kalsel) terlihat dalam ajang Seleksi Muda Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026 yang berlangsung di Hotel Rodhita Banjarmasin pada 29–31 Juli 2026.
Sebanyak 61 peserta dari 13 kabupaten/kota mengikuti seleksi tersebut setelah sebelumnya lolos dari tahapan seleksi di tingkat daerah. Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan usaha yang telah mereka rintis, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha yang mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah.
Jumlah peserta dari setiap kabupaten/kota bervariasi, mulai dari tiga hingga delapan orang sesuai hasil seleksi masing-masing daerah. Dalam penilaian tingkat provinsi, peserta bersaing dengan perwakilan dari kabupaten/kota asalnya untuk memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga.
Beragam ide usaha kreatif ditampilkan dalam seleksi tersebut. Salah satu yang menarik perhatian datang dari Tri Aziza Susanti, juara pertama asal Kabupaten Tabalong. Melalui usaha Telangku, ia mengembangkan bunga telang menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti teh bunga telang, sirup bunga telang, hingga minuman siap saji.
Menurut Tri Aziza, usaha yang dikembangkannya tidak hanya berorientasi pada penjualan produk, tetapi juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memanfaatkan tanaman yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
“Program yang saya angkat tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga bagaimana potensi tanaman yang ada di pekarangan rumah dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat, khususnya pemuda. Selain itu, saya juga menyampaikan pentingnya inovasi produk, pemasaran digital, dan pemanfaatan sumber daya lokal agar UMKM dapat berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik,” ujarnya.
Setelah meraih juara pertama di tingkat Kabupaten Tabalong, Tri berharap Telangku semakin dikenal masyarakat dan mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah yang memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.
Ia juga mengajak para pemuda untuk tidak ragu memulai usaha meski dari hal-hal sederhana.
“Saya berharap pemuda Kalimantan Selatan berani memulai dan tidak minder dengan usaha yang dimiliki. Jangan memandang rendah apa yang kita kerjakan, karena sesuatu yang terlihat sederhana pun bisa menjadi sesuatu yang bernilai jika ditekuni dan terus dikembangkan. Seperti Telangku yang hanya dari bunga telang yang dianggap biasa, tetapi dengan inovasi dapat menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Selain usaha di bidang pangan, inovasi juga hadir dari sektor jasa. Bawaihi, peserta asal Kabupaten Barito Kuala yang meraih juara ketiga, memperkenalkan Chang Barbershop, layanan potong rambut dengan konsep hybrid yang memadukan layanan di tempat dan layanan panggilan ke lokasi pelanggan.
Tak hanya mengejar keuntungan, Chang Barbershop juga mengusung misi sosial melalui program potong rambut gratis bagi masyarakat serta rencana pemberian beasiswa sebagai bentuk kontribusi kepada lingkungan sekitar.
Bawaihi berharap semakin banyak wirausaha muda di Barito Kuala yang terus berinovasi agar mampu mengikuti perkembangan zaman dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Untuk Wirausaha Muda Batola, agar bisa lebih berinovasi dalam berwirausaha supaya dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Jangan takut memulai. Intinya, ketika sudah dijalankan, semua pasti ada jalannya,” ujarnya.
Berbagai inovasi yang ditampilkan peserta menunjukkan besarnya potensi generasi muda Kalimantan Selatan dalam mengembangkan sumber daya lokal menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi. Mulai dari pemanfaatan tanaman lokal hingga pengembangan usaha jasa yang berpadu dengan kepedulian sosial, kreativitas para peserta diharapkan mampu mendorong lahirnya UMKM yang lebih inovatif, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (Sarma/Razie)


