tilikbanua.com
Berita UtamaKabupaten/KotaPemerintahan

Petani Banjar Diminta Ikuti Sekolah Iklim, Antisipasi Kekeringan dan Karlabun

MARTAPURA, tilkbanua.com- Petani di Kabupaten Banjar didorong mengikuti Sekolah Iklim untuk meningkatkan pemahaman mengenai kondisi cuaca dan iklim.

Dengan begitu, petani diharapkan mampu menentukan waktu tanam yang tepat sehingga risiko gagal panen akibat perubahan cuaca dapat ditekan.

Saat ini, sejumlah lahan persawahan di Kabupaten Banjar mulai terdampak kekeringan. Salah satunya di Desa Tungkaran, di mana sebagian besar sawah yang ditanami padi mengalami kekurangan pasokan air.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengatakan pihaknya memperkuat berbagai langkah antisipasi agar produktivitas pertanian tetap terjaga sekaligus meminimalkan risiko kebakaran lahan dan kebun (karlabun).

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan Sekolah Iklim bagi para petani,” ujar Warsita, Selasa (14/7).

Menurutnya, melalui Sekolah Iklim, petani diharapkan mampu menyesuaikan jadwal tanam dengan kondisi cuaca sehingga peluang keberhasilan hingga masa panen menjadi lebih besar.

Selain program edukasi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar juga menyiapkan pompa air yang dapat dipinjam pakai oleh kelompok tani yang membutuhkan. Pemanfaatan pompa air yang telah dimiliki kelompok tani juga akan dioptimalkan selama musim kemarau guna menjaga ketersediaan air bagi tanaman.

“Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting agar tanaman tetap tumbuh di tengah minimnya curah hujan,” katanya.

Tidak hanya berfokus pada sektor budidaya, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar juga meningkatkan upaya pencegahan kebakaran lahan dan kebun.

Langkah yang dilakukan antara lain memberikan sosialisasi kepada petani dan pelaku usaha perkebunan mengenai bahaya serta pencegahan karlabun.

Pengawasan juga diperkuat melalui monitoring dan evaluasi terhadap kesiapan peralatan penanggulangan karlabun yang dimiliki perusahaan perkebunan maupun Kelompok Tani Peduli Api (KTPA).

“Sebagai bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat, kami turut memasang spanduk berisi imbauan pencegahan kebakaran lahan dan kebun di sejumlah titik yang dinilai rawan,” tutup Warsita. (Hasan/Razie)

Related posts

214 Hektare Sawah di Banjar Terdampak Kekeringan, Petani Waspadai Risiko Penurunan Produksi

razie albanjari

Sudah Diresmikan, RS Bhayangkara di Banjarbaru Segera Beroperasi

razie albanjari

Pemko Banjarmasin Kejar Target Pengisian Furnitur Rumdin Wakil Wali Kota, Pastikan Sesuai Standar Kedinasan

razie albanjari

Leave a Comment