tilikbanua.com
Berita Utama

Mati Lampu Berjam-jam Tapi Disuruh Hemat, Warga Banjarmasin Geram ke PLN

BANJARMASIN, tilikbanua.com — Imbauan PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin agar masyarakat menghemat pemakaian listrik justru memicu kekesalan warga.

Pasalnya, pemadaman listrik di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya dinilai makin tidak terkendali, sering kali tak sesuai jadwal, dan berlangsung hingga 5–6 jam.

​Seruan penghematan ini disampaikan langsung oleh Manajer PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin, Yanuar. Ia meminta masyarakat memangkas penggunaan listrik hingga 40 persen demi membantu menekan durasi pemadaman.

​”Saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan. Mohon dukungan. Kalaupun pelanggan bisa mengurangi pemakaiannya dalam periode harinya, bisa 30–40 persen, itu sangat membantu durasi padam kita biar tidak berpanjang,” ujar Yanuar usai menemui Sekda Banjarmasin, Ichrok Muftezar di Kantornya, Senin (27/07/2026).

​Ia menjelaskan bahwa tanpa efisiensi dari sisi pemakaian warga, durasi pemadaman terpaksa berlangsung cukup lama.

“Selama ini kan yang terasa sekarang itu 5 sampai 6 jam. Dengan kita mengurangi masing-masing pelanggan itu 30–40 persen pemakaiannya, durasi padam kita tidak akan sepanjang itu,” tambahnya.

​Saat ditanya mengenai realistis atau tidaknya meminta warga memangkas daya hingga sebanyak itu di tengah kondisi mati lampu yang tak menentu, Yanuar kembali menegaskan pentingnya pengertian dan sinergi dari para pelanggan.

​”Kami mohon dukungan dan mohon juga pengertian, karena apalah kami tanpa ada dukungan semua pihak, terutama pelanggan-pelanggan kita. Kami menyadari segala sesuatunya itu keterbatasan kami, tidak mungkin akan kami jalankan sendiri,” jelasnya.

​Yanuar juga mengklarifikasi isu mengenai beberapa area pemukiman yang tampak tidak pernah terdampak pemadaman.

Menurutnya, hal tersebut lantaran area tersebut berada dalam satu jaringan penyulang dengan fasilitas vital.

​”Satu jalur yang mengikut ke rumah sakit itu tidak berdampak, artinya pelanggan yang berada ikut jalur rumah sakit tidak ada berdampak. Jadi untuk pelanggan rumah sakit itu sendiri tidak ada padam, kita manage sesuai. Memang itu kelas VVIP kan, tidak mungkin ada rumah sakit mati lampu di mana orang operasi langsung bisa tidak ada tolongan lagi,” terang Yanuar.

​Namun, penjelasan dan imbauan dari pihak PLN tersebut berbanding terbalik dengan kondisi riil di lapangan.

Alih-alih mendapatkan pemahaman, warga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) justru merasa dirugikan secara ekonomi akibat pemadaman berdurasi panjang yang mendadak ini.

​Gino, seorang pelaku usaha pangkas rambut di Banjarmasin, mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku pemadaman listrik berdurasi 5 hingga 6 jam sangat mengganggu operasional usahanya hingga membuat pendapatannya turun drastis.

​”Mati lampu ini sangat berdampak, bahkan sampai 50 persennya. Biasanya setiap hari sampai 20 orang pangkas rambut, sekarang kalau mati lampu mendadak, hampir sampai 6 jam, membuat penurunan sampai setengahnya,” tutur Gino dengan nada kesal.

​Ia menambahkan, situasi makin sulit jika pemadaman terjadi tanpa pemberitahuan di malam hari saat ia sedang melayani pelanggan.

​”Apalagi kalau mati lampu malam, di saat sedang mangkas rambut orang, tiba-tiba mati. Itu sangat kesal. Tolonglah PLN ini selesaikan segera masalah ini, karena yang terdampak ini seluruh lapisan masyarakat kaya kami, bahkan UMKM di Banjarmasin ini banyak merugi,” tegasnya.

​Hingga kini, warga berharap pihak PLN dapat segera menyelesaikan kendala teknis penyuplai daya secara menyeluruh, alih-alih melimpahkan beban penanganan pemadaman lewat skema penghematan mandiri kepada para pelanggan. (Rian/Razie)

Related posts

Kedapatan Titip Absen, Sejumlah ASN Pemko Banjarmasin Terancam Sanksi

razie albanjari

Pemko Banjarmasin Kejar Target Pengisian Furnitur Rumdin Wakil Wali Kota, Pastikan Sesuai Standar Kedinasan

razie albanjari

Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Miliki Gedung Baru Setara Hotel Bintang 3

razie albanjari

Leave a Comment