tilikbanua.com
Berita UtamaKabupaten/Kota

21 Titik Hidran Bermasalah, BPBD Banjarbaru Minta Relawan Berangkat dengan Tangki Penuh

Banjarbaru, tilikbanua.com – Menanggapi keluhan relawan pemadam kebakaran yang kesulitan mendapatkan pasokan air saat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kabid Rekonstruksi dan Rehabilitasi BPBD Banjarbaru, Bahrani, mengungkapkan hasil evaluasi terbaru terhadap kondisi hidran di wilayah tersebut.

Dari catatan BPBD, terdapat 49 titik hidran yang tersebar di sejumlah kecamatan di Banjarbaru. Namun, hasil pendataan menunjukkan 21 titik atau 42,86 persen di antaranya belum dapat berfungsi secara optimal.

Sebanyak 28 titik hidran (57,14 persen) masih dalam kondisi baik dan siap digunakan. Sementara itu, 12 titik hidran (24,49 persen) masih utuh secara fisik, tetapi tidak mengeluarkan air. Adapun sembilan titik lainnya (18,37 persen) mengalami kerusakan fisik sehingga tidak bisa dimanfaatkan.

“Hasil pengecekan lapangan menunjukkan ada 12 titik hidran yang secara fisik utuh, tetapi sama sekali tidak mengeluarkan air. Sementara sembilan titik lainnya rusak total sehingga tidak dapat dimanfaatkan,” ujar Bahrani.

Melihat masih banyaknya hidran yang bermasalah, Bahrani mengimbau seluruh satuan pemadam kebakaran, termasuk BPK swasta, agar tidak mengandalkan hidran di sekitar lokasi kebakaran sebagai sumber utama pasokan air.

Menurutnya, setiap armada harus berangkat menuju lokasi dengan tangki air dalam kondisi penuh. Setelah selesai melakukan pemadaman, armada juga diminta segera mengisi ulang tangki sebelum kembali ke posko.

“Jangan pernah berangkat menuju lokasi kejadian dengan tangki kosong lalu berharap pada hidran di titik api. Sebelum berangkat, posisi tangki harus penuh,” paparnya.

Meski demikian, Bahrani menyebut beberapa titik hidran, seperti yang berada di depan kantor kelurahan dan di sekitar posko utama, masih berfungsi dengan baik dan dapat dijadikan lokasi pengisian air.
Selain memastikan kesiapan armada, BPBD juga berupaya menjaga pasokan air bagi masyarakat.

Pengambilan air dari jaringan hidran kota secara besar-besaran di musim kemarau dikhawatirkan dapat mengurangi tekanan air yang mengalir ke rumah warga.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Banjarbaru telah mengirim surat kepada pengelola air bersih (PTAM) agar relawan pemadam kebakaran dapat mengisi air langsung di instalasi produksi sesuai prosedur. (April/Razie)

Related posts

200 Hektar Lahan di Banjarbaru Terbakar Sejak Januari Hingga Juli, Terluas di Cempaka

razie albanjari

Gantikan Gusti Rizky, Syahrial Jabat Ketua DPRD Banjarbaru

razie albanjari

Diduga Akibat Pembukaan Lahan, Karhutla Terjadi di Cindai Alus Kabupaten Banjar

razie albanjari

Leave a Comment