tilikbanua.com
Budaya & Pariwisata

​Cegah Galeri Apung Tenggelam, Disbudporapar Bakal Pasang 40 Drum Emergency​

BANJARMASIN, tilikbanua.com — Menindaklanjuti laporan masyarakat dan pemberitaan terkait kondisi Galeri Terapung yang memprihatinkan, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin mengambil langkah penanganan darurat.

​Bangunan Galeri Terapung yang sebelumnya berada di kawasan Sungai Jingah kini resmi ditarik menuju kawasan Menara Pandang, Siring Sungai Martapura.

Penarikan ini dilakukan guna menyelamatkan aset pariwisata tersebut dari risiko karam atau tenggelam akibat kerusakan struktur penopang.

Dikonfirmasi Jumat, (14/08/2026) Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, menyebutkan bahwa pemeliharaan bangunan kini telah diserahkan secara resmi oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat kepada Pemerintah Kota Banjarmasin.

​”Kami segera menindaklanjuti dan saat ini Galeri Apung Sungai Jingah sudah kami tarik ke Menara Pandang. Karena pemeliharaannya sudah diserahkan dari Pokdarwis ke Pemko Banjarmasin, kami yang akan melakukan perbaikan,” ujar Ibnu Sabil di ruang kerjanya.

Sabil mengungkapkan, kondisi galeri terapung tersebut saat ini masuk dalam kategori darurat (urgent). Untuk mengantisipasi agar bangunan kayu beratap sirap tersebut tidak terbenam ke dasar sungai, pihaknya berkoordinasi dengan PT PAM Bandarmasih (PDAM) untuk memasang pelampung darurat.

​”Sebagai tindakan emergency, kami meminta bantuan PAM Bandarmasih. Alhamdulillah kita dibantu 40 unit drum yang dipasang di bagian bawah bangunan agar galeri ini tidak tenggelam terlebih dahulu. Masalah kritis ini sudah bisa kita atasi,” bebernya.

​Setelah penanganan darurat ini selesai, Disbudporapar Kota Banjarmasin berencana mengusulkan penganggaran khusus untuk perbaikan dan peremajaan total bangunan.

​Mengenai pemanfaatan ke depan, Sabil menjelaskan bahwa peruntukan utama Galeri Terapung awalnya dirancang sebagai pusat pajangan kain sasirangan dan busana khas Banjarmasin untuk menyambut wisatawan yang datang menggunakan kapal susur sungai. Namun, pasca perbaikan nanti, konsep dan fungsinya akan didiskusikan ulang.

​”Fokus prioritas utama kami adalah memperbaiki fisik galerinya terlebih dahulu. Setelah diperbaiki, soal isinya dan akan ditempatkan di mana, nanti disesuaikan. Yang pasti ini diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat, sebagai titik destinasi wisata dan sarana pengembangan kebudayaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ibnu Sabil memaparkan bahwa Kota Banjarmasin memiliki dua unit fasilitas Galeri Terapung. Selain galeri eks-Sungai Jingah yang kini ditambatkan di Menara Pandang, satu unit galeri terapung lainnya berada di daerah Pulau Bromo.

​”Untuk yang di Pulau Bromo, saat ini sudah dialihkan pengelolaannya kepada Pokdarwis Kuin Basiri. Pemeliharaannya dikelola di sana sambil terus kami pantau. Jika nantinya di sana juga tidak terkelola dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan kami tarik kembali untuk perbaikan,” tegasnya. (Rian/Razie)

Related posts

Eksperimen Estetika Baru: Kolaborasi MTN Lab x Lab-Batang Banyu Sukses Pukau Kalsel

razie albanjari

Sukses Digelar Tiga Hari, Layar Film Banjar 2026 Jadi Wadah Inklusivitas dan Regenerasi Sineas Lokal

razie albanjari

Masuk Kalender Pariwisata Nasional, Festival Bamboo Rafting 2026 di Loksado Diikuti Ratusan Peserta

razie albanjari

Leave a Comment